BANDUNG — Dalam upaya meningkatkan kualitas dosen, lulusan, serta penguatan riset di bidang ketenagalistrikan dan transisi energi,
Institut Teknologi PLN (ITPLN) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini mencakup program pendidikan S1, S2, S3, riset bersama, hingga pelatihan berbasis kebutuhan industri energi nasional.

Rektor ITPLN, Prof Iwa Garniwa, mengatakan ITPLN saat ini memiliki empat fakultas dan dua sekolah dengan diferensiasi yang dirancang selaras dengan kebutuhan sektor energi.

“Ada Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Fakultas Telematika Energi. Selain itu ada Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi,” ujar Iwa.

Menurut Iwa, ITPLN membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas jenjang. Untuk program doktor (S3), ITPLN berharap dosennya dapat menempuh studi di ITB melalui skema pembimbing bersama (co-supervision).

“Saat ini baru satu dosen kami yang lulus dari ITB. Harapannya ke depan lebih banyak,” kata dia.

Pada jenjang magister (S2), ITPLN juga mengusulkan skema perkuliahan satu semester atau penyusunan tesis di ITB, khususnya bagi program mahasiswa S2 dari PLN. Tahun lalu, ITPLN mencatat ada 55 mahasiswa S2 yang merupakan kerja sama dengan PLN.

“Bisa satu semester di sini atau tesis di ITB agar kompetensi lulusan makin lengkap,” ujarnya.

Kerja sama juga diarahkan pada level sarjana (S1), riset, dan pengabdian masyarakat. ITPLN memiliki lembaga riset, lembaga terapan (Lemtera) yang terlibat dalam berbagai proyek Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, namun masih membutuhkan penguatan sumber daya.

“Kami ingin Lemtera bersinergi dengan ITB untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan PLN,” tutur Iwa.

Selain itu, ITPLN memiliki training center untuk peningkatan keterampilan mingguan hingga bulanan para pemangku kepentingan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang fokus pada tema transisi energi. Kurikulum ITPLN, lanjut Iwa, juga terus diperbarui agar selaras dengan agenda transisi energi nasional.

Dalam kesempatan itu, Prof Iwa Garniwa didampingi Wakil Rektor I ITPLN Prof Susy Fatena Rostiyanti, Direktur Sekolah Pasca Sarjana ITPLN Dr Luqman, Direktur Lemtera ITPLN Warsono, Kepala LPPM ITPLN M Sofyan dan Manajer Bagian Kerja Sama ITPLN Yozika Arvio, serta lainnya.

Hadir pula Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara, yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan kemahasiswaan Irwan Melano, Direktur Kemitraan ITB, Endra Gunawan, Direktur Pendidikan ITB, Saiful Akbar, Direktur Pengabdian Masyarakat dan layanan Kepakaran, Zulfiadi dan lainnya.

Prof Susy menekankan pentingnya peningkatan kualitas dosen melalui pembimbingan bersama. Sehingga, pihaknya membidik ITB sebagai kampus best practise agar kualitas pengajaran dan pendidikan lebih meningkat. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id

“Kami ingin dosen-dosen ITPLN mendapatkan best practice dari ITB agar kualitas pengajaran semakin baik,” katamya

Prof Tatacipta menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama pendidikan lintas kampus sudah menjadi praktik yang lazim di ITB.

“Untuk S1, S2, dan S3 saya kira tidak ada masalah. Pada program Merdeka Belajar, banyak mahasiswa dari kampus lain datang ke ITB. Memang ada konsekuensi akademik, tapi pengalamannya sangat berharga,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk program magister dan doktor, penentuan pembimbing sejak awal menjadi kunci.

“S2 sebaiknya sudah dipasangkan dengan calon pembimbingnya. S3 sangat mungkin dengan pembimbing bersama,” ujarnya.

Tata juga menyoroti kerja sama ITB dengan PLN yang selama ini berjalan intensif, termasuk program pelatihan dan pertukaran pegawai ke luar negeri untuk mempelajari teknologi pembangkit, smart meter, hingga energi terbarukan.

“Kerja sama pendidikan itu sangat mungkin, tinggal teknisnya saja. Seperti dengan Universitas Pertamina contohnya, kami melakukan pendampingan penyusunan silabus. Ada juga dosen dosen dari kami yang dihire menjadi wakil rektor dan dosen di sana,” katanya.(RA)