Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Laba Bersih ADRO Naik 344%

JAKARTA- PT Adaro Energy, Tbk , yang diperdagangkan di bursa dengan kode ADRO mencatat prestasi mengesankan selama kuartal pertama 2014. Laba bersih usahanya naik 344% menjadi AS$131 juta dibandingkan 2013 yang tercatat sebesar. US $ 30. Kenaikaan disebabkan volume penjualan yang lebih tinggi dan biaya operasional uang lebih rendah
Adaro meraih rekor kuartalan baru untuk produksi batubara yang tercatat sebesar 13,99 juta ton, atau naik 23% dari tahun sebelumnya, berkat kinerja kontraktor yang baik dan kondisi cuaca yang normal, walaupun masih dalam musim penghujan. “ Adaro berada pada posisi yang baik untuk mencapai panduan produksi pada rentang 54 juta ton sampai 56 juta ton (yang masih menunggu persetujuan pemerintah) untuk tahun 2014, “ ujar Devindra Ratzarwin Corporate Secretary PT Adaro Energy Tbk

Pemindahan lapisan penutup mencapai 68,22 Mbcm, atau naik 10% dari tahun sebelumnya. Adaro dapat menurunkan nisbah kupas menjadi 4,88x tanpa mengganggu rencana tambang jangka panjang berkat aktivitas pengupasan yang dilakukan pada tahun 2013 dan pada tahun-tahun ketika harga batubara lebih tinggi. Saat ini Adaro berada pada posisi yang baik untuk mencapai nisbah kupas konsolidasi yang direncanakan sebesar 5,78x untuk tahun 2014.

Pada kuartal pertama ini, penjualan mencapai 13,85 juta ton, atau naik 23% dari tahun sebelumnya. Menurut Devindra, produk baru yang dipasarkan dengan nama E4900 terus diterima dengan baik oleh pasar dan meliputi lebih dari 50% dari total penjualan selama kuartal ini.

Pendapatan usaha Adaro tercatat meningkat 14% menjadi AS$845 juta karena volume penjualan yang lebih tinggi bersamaan dengan penurunan rata-rata harga jual (ASP) sebesar 7%. Beban pokok pendapatan turun 1% menjadi AS$599 juta sementara EBITDA Adaro naik sebesar 81% menjadi AS$306 juta sehingga EBITDA marjin menjadi sebesar 36%.

Adaro menurunkan biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) sebesar 24% menjadi AS$29,82 per ton pada 1Q14. Sebagian besar penurunan tersebut disebabkan nisbah kupas yang secara musiman lebih rendah meskipun volume lapisan penutup meningkat 10% serta lebih rendahnya biaya angkut dan biaya penanganan, harga bahan bakar yang lebih rendah dan inisiatif penurunan biaya lain. Pada tahun 2014, Adaro mulai melaporkan biaya pengupasan berdasarkan realisasi biaya.

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)