KASIM – PT Pertamina (Persero) melakukan revitalisasi terhadap beberapa peralatan di kilang atau Refinery Unit VII Kasim. Revitalisasi dilakukan di beberapa peralatan yang sudah tidak optimal dan berfungsi dengan baik, salah satunya dengan optimalisasi utilisasi Boiler,yang telah mengalami penurunan kinerja yang signifikan dibawah desain operasinya.

Yulianto Triwibowo,  General Manager RU VII Kasim, mengatakan boiler Kilang Kasim sebelumnya hanya bisa memproduksi steam sebesar 14,8% kapasitas desain, dan diprediksi kinerja Boiler 4-B-01 existing tersebut akan terus menurun.

“Permasalahan ini cukup mendapat perhatian khusus karena steam merupakan fluida pendukung yang cukup vital untuk operasional kilang baik di area proses kilang maupun oil movement,” kata Yulianto, Kamis (22/10).

Untuk memitigasi hal tersebut, kilang RU VII Kasim menambah satu unit boiler dengan kapasitas produksi steam 12,5 ton/jam lengkap dengan accessoriesnya untuk menjaga kehandalan kilang, juga untuk mendukung program peningkatan kapasitas RU VII. Boiler tersebut berjenis water tube dan dimanufaktur di Italy.

Kehadiran New Boiler 4-B-01 diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi pekerja. “Selain itu dengan hadirnya boiler baru ini, kehandalan kilang dapat terjaga dan dapat mensupport upaya peningkatan kapasitas RU VII melalui program Open Access,” kata Yulianto.

Pekerjaan penambahan satu unit package Boiler plus accessories ini membutuhkan waktu penyelesaian sekitar 610 hari untuk menyelesaikan semua tahapan mulai dari engineering design, mechanical completion, commissioning and start up, hingga final acceptance.

Kilang RU VII terus berupaya meningkatkan kapasitas kilang, melakukan pengembangan, pergantian, modifikasi, upgrading dan penambahan peralatan proses kedepannya seperti halnya pengantian Boiler 4-B-01 ini.

Dalam waktu dekat, kilang RU VII juga akan melakukan pembangunan Jetty III dan 4 buah tangki minyak mentah berkapasitas masing-masing 110 ribu barrel, atau disebut juga proyek open access, guna meningkatkapan kapasitas pengolahan kilang RU VII.

“Untuk itu dukungan dari semua pihak sangat di butuhkan baik dari internal Pertamina maupun pihak Eksternal stake holder RU VII” kata Yulianto.(RI)