JAKARTA – PT PLN (Persero) mengklaim tidak memerlukan investasi baru untuk menambah daya terkait pengoperasian mobil listrik. Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, mengatakan PLN akan mendukung penuh pengembangan mobil listrik.

“Mimpi kami pemerintah bisa segera memberikan kemudahan-kemudahan untuk mobil listrik, dan jangan takut dalam 3-4 tahun ke depan satu juta mobil sudah siap dayanya. Tidak perlu tambahan apapun untuk investasi.  Satu juta mobil itu sekitar 270 MW, tidak ada artinya. SPLU di Jakarta sudah sekitar 1.100,” kata Sofyan di Jakarta, belum lama ini.

Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya. Alhasil, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka.Bagi negara  berkembang harga minyak yang tinggi semakin memberatkan neraca pembayaran, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kita betul-betul sedang bermimpi kebijakan pemerintah soal mobil listrik, khususnya masalah pajak, bea masuk, fasilitas cukai, dan lainnya. Kami akan berikan diskon besar untuk pemakaian dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Karena listrik saat itu sedang tidak kita pakai,” tandas Sofyan.(RA)