JAKARTA – Minyak dari sumur masyarakat di Sumatera Selatan akhirnya mulai mengalir ke Pertamina. Produksi dari Petromuba mulai mengalir ke Pertamina PE melalui Terminal Ramba.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menyatakan realisasi penyaluran ini merupakan hasil dari kesepakatan bersama yang telah dirampungkan sebelumnya diantara semua pihak.
“Alhamdulillah, setelah deklarasi bersama Muspiko Sumsel, akhirnya tepat pada tanggal 23 Mei 2026, untuk pertama kalinya Petromuda mengalirkan minyak dari sumur masyarakat ke Pertamina EP melalui Terminal Ramba Sumsel,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Senin (25/5).
Pada pengaliran perdana tersebut, volume minyak yang berhasil disalurkan mencapai 143 barel. Djoko berharap jumlah produksi itu dapat terus meningkat pada masa mendatang. “Kita doakan pengaliran perdana sebanyak 143 barel ini Insya Allah dapat terus ditingkatkan jumlahnya,” katanya.
Djoko menilai kualitas minyak mentah yang dihasilkan sangat baik. Hal itu terlihat dari kadar air atau Basic Sediment and Water (BSW) yang hanya mencapai 0,1%serta derajat API sebesar 51,6.
Menurutnya, karakteristik tersebut menunjukkan bahwa minyak tergolong sangat ringan sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi ketika diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).
“Minyak ini sangat ringan. Jika diolah menjadi BBM dapat menghasilkan produk BBM dalam jumlah sangat besar, bahkan lebih dari 95% bisa menjadi BBM,” jelasnya.
Keberhasilan pengaliran minyak dari sumur masyarakat ini dinilai menjadi langkah penting dalam optimalisasi produksi migas nasional sekaligus membuka peluang peningkatan kontribusi masyarakat terhadap ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.



Komentar Terbaru