JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim telah mendapat respon positif terkait kelanjutan opsi penukaran PT Permodalan Nasional Madani dengan PT Geo Dipa Energi (Persero).
Menurut Purbaya, hal ini telah mendapatkan lampu hijau dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia menyebut pengambilalihan PNM menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah ingin membentuk lembaga keuangan khusus UMKM yang lebih terintegrasi
“PNM dalam proses pembicaraan dengan Danantara, sudah dapat lampu ijo,” kata Purbaya, Senin (11/5/2026).
Adapun, tukar guling ini akan dilakukan secepatnya. Purbaya akan memberikan Geo Dipa Energi ke BPI Danantara. Menurutnya, hal ini sudah disepakati oleh pemerintah dan Danantara.
“Kelihatannya tukar sama geodipa. Saya mau minta dua-duanya gak boleh. Secepatnya kita diskusi,” ujar Purbaya.
PT Geo Dipa Energi merupakan BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan energi panas bumi.
Didirikan pada 2002, PT Geo Dipa Energi awalnya swasta oleh PT Pertamina dan PT PLN untuk kelola panas bumi Dieng dan Patuha. PT Pertamina menyumbangkan 67 persen saham, menjadikan GeoDipa BUMN Geotermal. Kegiatan usahanya mencakup eksplorasi, eksploitasi, dan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
Operasional dimulai dengan PLTP Dieng Unit 1 (60 MW) dan Patuha Unit 1 (2014, 60 MW). Listrik dijual ke PT PLN melalui perjanjian, terhubung ke jaringan Jawa-Madura-Bali. Sedangkan PT Permodalan Nasional Madani merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia. Perusahaan ini berada dalam holding Danantara. Tujuan pendirian PNM ialah untuk mengelola jasa pembiayaan termasuk kredit program dan jasa manajemen untuk pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah.(RA)



Komentar Terbaru