JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia ternyata terjadi juga di sekitar fasilitas produksi migas. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat salah satu wilayah yang paling terdampak ada di Papua dan Maluku.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua dan Maluku (Pamalu) hingga 25 Agustus 2026 belum berdampak signifikan terhadap kegiatan produksi hulu migas.
Berdasarkan laporan perwakilan SKK Migas wilayah Pamalu , secara umum kegiatan operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) masih berjalan dan tidak terdapat gangguan terhadap produksi akibat karhutla. Ada sekitar tujuh wilayah yang dikepung kobaran api.
“Secara umum update per 25 Agustus 2026 terkait risiko karhutla di area KKKS wilayah Pamalu, kegiatan produksi masih berjalan dan tidak terdampak,” kata Djoko dalam keterangannya ke Dunia Energi (25/8).
Djoko menjelaskan, di bp Berau masih terdapat beberapa titik panas yang teridentifikasi dalam kategori merah atau aktif serta kuning yang menunjukkan api telah padam namun masih membara. Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak terhadap kegiatan produksi.
Sementara itu, Pertamina EP Field Papua, Citic Seram, Mondor Oil Salawati, dan INPEX Masela masing-masing melaporkan juga belum terdampak secara langsung Karhutla. Kegiatan produksi pada wilayah operasi tersebut tidak mengalami gangguan, dengan beberapa wilayah seperti Mondor Oil Salawati dan INPEX Masela yang memang belum memiliki kegiatan produksi.
Untuk Genting Oil, terdapat asap Karhutla yang mengarah ke wilayah operasi GOKPL. Namun, kondisi tersebut juga belum berdampak terhadap kegiatan produksi.
“Untuk Kalrez Petroleum, telah terjadi kebakaran di sekitar sumur 31S-8 dan sebelah utara Stasiun Bula Tenggara, namun sudah berhasil ditanggulangi. Belum ada kegiatan produksi di area tersebut,” ujar Djoko.
Sementara itu, Petrogas di wilayah Basin dan Salawati Island dilaporkan terdampak Karhutla dari area sekitar wilayah operasi. Kendati demikian, kondisi tersebut belum memberikan dampak terhadap kegiatan produksi.
SKK Migas terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di seluruh wilayah operasi KKKS di Pamalu untuk memastikan aspek keselamatan dan keberlangsungan kegiatan hulu migas tetap terjaga.
Djoko menegaskan, pemantauan kondisi lapangan akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi karhutla, terutama terhadap potensi perubahan arah api maupun asap yang dapat mendekati wilayah operasi KKKS.




Komentar Terbaru