JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mulai mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. Perusahaan menargetkan AI diterapkan pada proses evaluasi tender, analisis kontrak, hingga aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).
Strategi itu dibahas dalam diskusi “Pengenalan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja” di PDC Tower, Jakarta, Kamis (4/6). Hadir sebagai pembicara utama Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia, Ahmad R. Djarkasih.
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan AI menjadi instrumen untuk mempercepat keputusan berbasis data di industri jasa penunjang energi.
“AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus mendukung efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek tata kelola dan keselamatan kerja,” ujar Agam.
Ahmad menyebut, berdasarkan pengalaman Telkom mendampingi transformasi digital di berbagai sektor, implementasi AI mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya rata-rata hingga 49,1%. AI juga mendorong penciptaan sumber pendapatan baru sebesar 58%.
“Nilai terbesar AI bukan hanya pada otomatisasi pekerjaan, tetapi pada kemampuannya mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat, akurat, dan terukur,” kata Ahmad.
Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, menegaskan transformasi digital tidak hanya soal teknologi. Kesiapan organisasi, pengelolaan data, sistem terintegrasi, dan kompetensi SDM disebut sebagai fondasi.
“Transformasi digital bukan semata-mata tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membangun kesiapan organisasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
PDC menyatakan akan terus memperkuat kompetensi SDM, infrastruktur digital, dan tata kelola data untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.(RA)


Komentar Terbaru