JAKARTA – PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi dan tambang batubara terintegrasi, mencatat lonjakan laba bersih 41,9% di semester I-2026. Di sisi lain, jajaran direksi mengalami dinamika setelah Direktur Haris Mustarto mengajukan pengunduran diri.
Sesuai aturan OJK No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris, ABMM akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari kalender sejak surat diterima. Artinya, keputusan final baru akan diputuskan sebelum pertengahan November 2026.
“Pihak manajemen telah menerima surat permohonan pengunduran diri Haris Mustarto pada Rabu, 19 Agustus 2026,” ungkap Sekretaris Perusahaan ABMM, Boogee Garystho Priyono, dalam keterbukaan informasi Jumat(21/8).
Manajemen menegaskan, mundurnya Haris Mustarto tidak mengganggu operasional. “Tidak membawa dampak negatif apa pun terhadap kegiatan operasional harian, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara keseluruhan,” tegas Boogee.
Langkah ini terjadi di tengah fokus ABMM mengejar target produksi untuk menangkap peluang pasar batubara global yang masih volatile akibat harga bahan bakar tinggi.
Reshuffle direksi ini bertepatan dengan rilis kinerja keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026. Capaian ABMM justru kinclong.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$39,4 juta. Naik 41,9% yoy dari periode sama tahun lalu sebesar US$27,7 juta.
Kenaikan ini ditopang dua mesin utama, yakni pertama volume coal getting naik 14,0% yoy menjadi 17,9 juta ton. Peningkatan didorong output dari tambang utama di Kalimantan Selatan dan optimalisasi operasi di Aceh pada kuartal II-2026. Kedua, stabilisasi bisnis jasa kontraktor pertambangan yang menjaga arus pendapatan tetap kuat.
Pendapatan konsolidasian stabil di US$506,2 juta. Sementara LTM Adjusted EBITDA naik 6,4% yoy menjadi US$346,9 juta.
Dari sisi neraca, ABMM juga makin sehat. Total liabilitas turun 5,1% yoy menjadi US$1,16 miliar. Ekuitas naik 5,3% yoy ke US$894,7 miliar. Total aset kini US$2,05 miliar per akhir Juni 2026.
Dinamika korporasi ini juga tercermin dari komposisi pemegang saham per akhir Juli 2026.
Pengendali utama masih PT Tiara Marga Trakindo dengan 53,56% atau 1,47 miliar saham. Disusul Valle Verde Pte Ltd 25,51%.
Yang menarik, investor kawakan Lo Kheng Hong masih setia. Ia tercatat menambah koleksi saham ABMM menjadi 155,88 juta lembar atau 5,66%. Naik tipis dari bulan sebelumnya 155,71 juta lembar.
Saham free float ABMM berada di 412,40 juta lembar atau 14,98%, tersebar ke 13.693 investor.
Dengan fondasi keuangan yang menguat dan produksi yang tancap gas, ABMM kini punya PR yaitu menuntaskan proses RUPS untuk mengisi kursi direksi yang kosong, sembari menjaga momentum pertumbuhan di semester II-2026.(RA)



Komentar Terbaru