JAKARTA – Repsol akan mengembangkan Blok Sakakemang secara bertahap. Perusahaan asal Spanyol itu menargetkan Sakakemang mulai memproduksi gas pada 2021.

Dwi Soetjipto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengungkapkan, pada tahap pertama Repsol sudah mengantongi sertifikat cadangan terbukti dari Lemigas. Total cadangan terbukti yang sudah disertifikasi adalah sebesar 1 triliun cubic feet (tcf). Jumlah tersebut lebih kecil dibanding temuan potensi yang sebelumnya dipaparkan Repsol sebesar 2 tcf.

Sertifikasi menjadi salah satu syarat wajib yang dilalui kontraktor sebelum mengajukan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD).

“Bukan revisi tapi mana yang bisa disertifikasi, disertifikasi dulu supaya PoD-nya bisa dipercepat. Iya (1 tcf), cadangan kan harus disertifikasi sebelum meereka mengajukan PoD,” kata Dwi ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Senin (16/9).

Setelah megantongi sertifikat cadanganc¬† Repsol bisa mengjukan PoD pada akhir tahun ini. “Kemungkinan mereka (Repsol) akan mengajukan PoD tahun ini sehingga bisa berproduksi pada 2021,” ujar Dwi.

Repsol memegang hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 45% sekaligus sebagai operator Blok Sakakemang. Mitranya, Petronas memiliki hak partisipasi sebesar 45% dan MOECO 10%.

Menurut Dwi, percepatan produksi Blok Sakakemang akan disesuaikan dengan kesiapan konsumen untuk menyerap pasokan gas. Repsol Group sebelumnya melalui afiliasinya, Talisman Sakakemang BV, telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk untuk pasokan gas dari Blok Sakakemang. MoU tersebut berlaku sejak 12 Juli 2019 dan akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) oleh para pihak.

Lebih lanjut Dwi menuturkan dari data pengeboran yang telah dilakukan sudah terbukti ada cadangan 1 tcf. Repsol tentu bisa melanjutkan proses pengujian cadangan di Sakakemang yang selanjutnya kembali akan melalui proses sertifikasi untuk mendapatkan persetujuan PoD lainnya.

“Nanti ada bor lagi ada tambahan 1 tcf lain ataupun 2 TCF lain itu lembaga sertifikasi Lemigas. Kita tunggu nanti kalau rencananya mereka akan 1 tcf dulu ajukan supaya produksi lebih cepat,” kata Dwi.(RI)