SHANGHAI – China menyatakan harapannya agar Pemerintah Indonesia dapat menyediakan lingkungan kebijakan yang stabil dan transparan bagi sektor mineral, seiring dengan semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara.
Menteri Perdagangan Wang Wentao menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan di Shanghai dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Mengutip bloombergnews, Sabtu(18/7), Wang juga menyerukan percepatan proyek-proyek utama, termasuk inisiatif “Two Countries, Twin Parks“, serta perluasan kerja sama di bidang industri dan rantai pasok, demikian bunyi pernyataan tersebut.
China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus investor utama di sektor komoditas dan infrastruktur negara tersebut, termasuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan pengolahan nikel.
Seruan Beijing mengenai stabilitas ini muncul setelah adanya ketidakpastian kebijakan selama beberapa bulan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Para investor menghadapi perubahan sikap pemerintah terkait izin pertambangan, pengolahan hilir, dan aturan ekspor di era Prabowo, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian iklim investasi meskipun Jakarta terus berupaya menarik investasi asing.
“China berharap Indonesia dapat menyediakan lingkungan bisnis yang adil bagi investasi Tiongkok serta menolak “pemisahan ekonomi (decoupling) dan gangguan rantai pasok,” demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada Airlangga dalam pertemuan di Shanghai pada Sabtu (18/7), dikutip dari bloombergnews.
Airlangga menyebut Indonesia akan memperluas hubungan perdagangan dan investasi dengan China serta memperdalam kerja sama di bidang ekonomi digital dan rantai pasok.(RA)

Komentar Terbaru