JAKARTA – Pasar ekspor masih mendominasi penjualan PT Timah Tbk (TINS) dengan kontribusi 97% pada semester I-2026. Pasar domestik hanya 3%. Enam negara tujuan utama adalah China 36%, India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.

Berdasarkan laporan ke BEI, Selasa (28/7/2026), pada semester I-2026 PT Timah membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, melampaui target laba tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau 169% dari target. Capaian tersebut melonjak 804,70% secara tahunan dari Rp300,06 miliar pada semester I-2025.
“Laba bersih semester I sudah melampaui target setahun,” ungkap manajemen PT Timah.

Kinerja PT Timah terdongkrak oleh produksi dan harga. Produksi bijih timah TINS mencapai 12.232 ton Sn di semester I-2026, naik 75% yoy. Produksi logam timah juga naik 58% menjadi 10.865 metrik ton, dengan penjualan 10.984 metrik ton atau naik 85%.

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price di London Metal Exchange (LME) selama Semester I 2026 tercatat sebesar US$50.319,19 per metrik ton, meningkat 56,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$32.115,77 per metrik ton.

Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro optimistis permintaan global masih kuat didukung sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan AI.

“Optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi jadi kunci,” kata Restu, dalam keterbukaan informasi.

Pendapatan PT Timah dari kontrak pelanggan naik 147,26% yoy menjadi Rp10,41 triliun pada semester I-2026. Meski beban pokok naik 88,72%, laba bruto TINS melonjak 379,9% menjadi Rp4,05 triliun. Setelah dikurangi beban usaha, laba usaha perseroan melejit 810,9% menjadi Rp3,46 triliun.
“Strategi transformasi operasional dan disiplin biaya menghasilkan pertumbuhan berkualitas,” kata Restu Widiyantoro.

PT Timah optimistis mempertahankan kinerja positif di semester II-2026. Salah satu strateginya adalah melanjutkan eksplorasi di darat dan laut. Hingga Juni 2026, TINS mencatat sumber daya timah 798.000 ton dan cadangan 312.000 ton.
“Kami akan terus memperkuat fundamental melalui eksplorasi berkelanjutan, tata kelola, dan efisiensi operasional untuk penciptaan nilai jangka panjang,” tegas Restu Widiyantoro.(RA)