JAKARTA – Pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang akan mengolah gas dari Lapangan Asap Kido Merah (AKM) di Papua telah mencapai progres sekitar 85%. FLNG tersebut ditargetkan tiba di perairan Papua pada tahun depan dan dapat langsung beroperasi.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, pembangunan FLNG saat ini memasuki tahap penyelesaian di Wison Qidong Shipyard, China. Fasilitas tersebut sebelumnya telah ditinjau Menteri ESDM ketika progres pembangunannya mencapai sekitar 85%.

“Alhamdulillah FLNG yang tahun lalu Pak Menteri tengok sudah hampir selesai pembangunannya, progres 85%,” ujar Djoko dalam keterangannya, Minggu (27/9).

Menurut Djoko, LNG akan didatangkan ke Wison Qidong Shipyard untuk keperluan komisioning. Proses komisioning dilakukan di China, di lokasi yang saat ini juga tengah berlangsung pemasangan topside FLNG.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apabila terdapat kendala dalam pengoperasian saat komisioning, perbaikan dapat langsung dilakukan di lokasi sebelum FLNG dikirim ke Papua.

“Adapun LNG akan didatangkan untuk komisioning yang akan dilakukan pada Yard Wison Qidong China tempat di mana saat ini sedang dilakukan pemasangan top-side-nya, sehingga bila terjadi kegagalan operasi saat komisioning, dapat segera diperbaiki langsung di tempat, tidak bolak-balik China-Papua PP,” kata Djoko.

Dengan pelaksanaan commissioning di China, SKK Migas berharap FLNG dapat tiba di perairan Papua dalam kondisi siap operasi, sehingga dapat segera memulai produksi.

“Tujuannya agar supaya saat FLNG tiba di perairan Papua tahun depan, bisa langsung berproduksi,” ujar Djoko.

FLNG tersebut nantinya akan mengolah gas dari Lapangan Asap Kido Merah (AKM) yang dioperasikan Genting Oil di Papua menjadi LNG.

Djoko menyebutkan, FLNG tersebut memiliki panjang sekitar tiga kali panjang lapangan sepak bola. Fasilitas ini akan menjadi FLNG pertama dan terbesar di Indonesia, sekaligus masuk dalam jajaran FLNG terbesar di dunia.

“Panjang FLNG ini 3 kali lapangan bola dan menjadi FLNG pertama & terbesar di Indonesia, terbesar ke-9 di dunia,” kata Djoko.