JAKARTA – Produksi gas dari Fasilitas Produksi Terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik terus mengalami peningkatan. Hingga 8 November 2026, rata-rata produksi FPU Jangkrik telah mencapai lebih dari 717 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD), mendekati kapasitas maksimum fasilitas tersebut sebesar 750 MMSCFD.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, peningkatan produksi FPU Jangkrik didorong oleh kontribusi pengembangan sejumlah lapangan gas yang dikelola ENI tidak hanya Jangkrik dan Marakes, tapi juga Maha.
“Hari ini rata-rata produksi FPU Jangkrik sudah mencapai di atas 717 MMSCFD. Kapasitas maksimum FPU Jangkrik sendiri sebesar 750 MMSCFD. Dalam beberapa hari ke depan, kami terus mengupayakan peningkatan produksi hingga mencapai target 725–750 MMSCFD,” ujar Djoko dalam keterangannya diterima Dunia Energi, Minggu (8/11).
Dia menjelaskan, produksi Lapangan Jangkrik mengalami peningkatan sekitar 60 MMSCFD sehingga rata-rata produksinya kini mencapai lebih dari 95 MMSCFD. Sementara itu, Lapangan Marakes yang dikembangkan dengan skema Gross Split mampu mempertahankan produksi stabil dengan rata-rata di atas 400 MMSCFD.
Sementara itu, Lapangan Maha juga telah memasuki tahap awal produksi. Proses start-up sumur Maha dimulai pada 30 Oktober 2026, diawali dengan sumur Maha-3 dan dilanjutkan dengan Maha-4. Per 8 November 2026, kedua sumur tersebut masih dalam tahap peningkatan produksi atau ramp-up. Laju produksi Lapangan Maha telah mencapai sekitar 220 MMSCFD.
“Sumur-sumur Maha saat ini dalam tahap ramp-up dan produksinya telah mencapai sekitar 220 MMSCFD dari sumur Maha-3 dan Maha-4. K3S Searah akan terus meningkatkan produksi Lapangan Maha secara bertahap untuk mencapai target laju produksi sekitar 230 MMSCFD,” jelas Djoko.
Dia menambahkan, sumur Maha-3 sempat mengalami kendala penyumbatan. Namun, upaya penanganan telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
Menurut dia, peningkatan produksi dari ketiga lapangan tersebut menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas FPU Jangkrik. Fasilitas yang dibangun di galangan kapal Busan, Korea Selatan, tersebut memiliki kapasitas produksi maksimum sebesar 750 MMSCFD.
FPU Jangkrik memulai perjalanan dari Busan menuju perairan Indonesia melalui proses sail away pada 2016. Sekitar 10 tahun lalu, fasilitas tersebut pernah mencatatkan produksi puncak sebesar 750 MMSCFD.
“Alhamdulillah, dengan adanya pengembangan Lapangan Jangkrik, Marakes, dan Maha yang Bapak resmikan tempo hari, kini FPU Jangkrik kembali mencapai puncak produksinya,” ungkap Djoko.
Capaian tersebut menunjukkan kontribusi pengembangan lapangan gas baru dan optimalisasi lapangan eksisting dalam menjaga serta meningkatkan produksi gas nasional. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mengupayakan peningkatan produksi guna mengoptimalkan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia.





Komentar Terbaru