JAKARTA – Proyek Ubadari, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), and Compression (UCC) di Lapangan Tangguh, Papua Barat, dengan nilai investasi sekitar US$6 miliar mencatatkan kemajuan signifikan. Hingga awal November 2026, progres proyek strategis nasional (PSN) tersebut telah mencapai 54%.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, salah satu tahapan penting proyek UCC telah dimulai melalui kegiatan pengeboran sumur pengembangan UBA-01 pada Minggu, 1 November 2026, pukul 06.15 waktu setempat.

“Alhamdulillah, Proyek PSN UCC Tangguh senilai kurang lebih US$6 miliar telah mencapai 54%. Kegiatan pengeboran resmi dimulai dengan tajak (spud) sumur pengembangan UBA-01,” ujar Djoko.

Sumur UBA-01 menjadi sumur pertama dalam kampanye pengeboran proyek UCC yang dioperasikan bp selaku operator Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Tangguh di bawah pengawasan SKK Migas. Pada tahap awal operasi, tim pengeboran berhasil melakukan penandaan dasar laut (seabed tagging) pada kedalaman sekitar 201 kaki measured depth (ftMD) dengan beban 5 klbs.

Proyek UCC merupakan pengembangan terintegrasi yang terdiri dari tiga komponen utama, yakni pengembangan Lapangan Gas Ubadari (Ubadari Field Development), pembangunan fasilitas penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (Carbon Capture, Utilization and Storage/CCUS), serta pembangunan fasilitas kompresi gas di darat (Onshore Compression).

Integrasi ketiga komponen tersebut dirancang untuk mengoptimalkan produksi dan perolehan gas dari Lapangan Tangguh sekaligus menekan intensitas emisi karbon dari kegiatan operasional.

Pengembangan Lapangan Ubadari sendiri mencakup pengeboran lima sumur pengembangan yang berasal dari dua platform lepas pantai, yakni platform UBA dan UBB. Setiap sumur diperkirakan memiliki laju produksi awal berkisar 117–194 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Sumur UBA-01 merupakan bagian dari program pengeboran tiga sumur (batch drilling) di platform UBA. Dua sumur berikutnya, UBA-02 dan UBA-03, masing-masing dijadwalkan mulai dikerjakan pada 7 dan 10 November 2026. Ketiga sumur di platform UBA tersebut ditargetkan menghasilkan akumulasi produksi gas sebesar 632 miliar kaki kubik (Bcf).

Setelah pengeboran di platform UBA rampung, kampanye pengeboran akan berlanjut dengan pengembangan dua sumur di platform UBB pada 2027. Selanjutnya, pengeboran sumur injeksi COâ‚‚ di platform EGR dijadwalkan berlangsung pada 2028 sebagai bagian dari implementasi fasilitas CCUS.

Djoko menegaskan, SKK Migas akan terus melakukan pengawasan, koordinasi, dan evaluasi bersama KKKS Tangguh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan proyek.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pengeboran berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan operasi, dan efisiensi biaya, sekaligus menjaga agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dan jadwal yang telah ditetapkan.

Proyek UCC menjadi salah satu pengembangan strategis di Lapangan Tangguh untuk meningkatkan potensi produksi gas nasional. Selain memperkuat pasokan gas, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya penerapan teknologi pengurangan emisi karbon melalui pengembangan fasilitas CCUS.