HALMAHERA SELATAN – Harita Nickel mendorong peningkatan konektivitas masyarakat di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, melalui pembangunan Jembatan Akelamo dan Dermaga Panji Baru. Kehadiran jembatan dinilai mampu memperlancar mobilitas warga, memperluas akses terhadap layanan dasar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Latif Supriadi, Executive Vice President External Relations Harita Nickel, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat tercapai ketika masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai peluang pembangunan. Karena itu, penguatan konektivitas menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong bersama pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Latif di Jakarta, Jumat (19/6).
Selama bertahun-tahun, masyarakat Pulau Obi menghadapi tantangan akses transportasi akibat kondisi geografis kepulauan. Salah satu kendala terbesar adalah Sungai Akelamo, sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Obi yang memisahkan akses darat antara Desa Soligi dan Desa Kawasi. Sebelum adanya jembatan, warga harus menggunakan ponton untuk menyeberang sehingga aktivitas sehari-hari sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arus sungai.
Latif menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai peluang pembangunan.
“Infrastruktur adalah penghubung berbagai peluang. Ketika akses masyarakat semakin baik, mereka akan lebih mudah menjangkau pendidikan, layanan kesehatan, pasar, maupun berbagai aktivitas ekonomi yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan,” kata Latif.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan infrastruktur sebagai instrumen penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Di Pulau Obi, manfaat pembangunan infrastruktur tersebut mulai dirasakan melalui meningkatnya mobilitas, aktivitas ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat
Madaisi La Siriali, Kepala Desa Soligi, mengungkapkan kondisi tersebut kerap menghambat mobilitas masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
“Dulu warga harus menyesuaikan arus dan cuaca saat menyeberang,” ujarnya.
Menurut Madaisi, perubahan mulai dirasakan sejak Jembatan Akelamo beroperasi pada awal 2025. Infrastruktur yang menghubungkan Desa Kawasi dan Soligi itu membuat akses menjadi lebih aman dan efisien.
“Sekarang akses lebih aman, cepat, dan efisien. Ini juga sangat memudahkan warga menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.
Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, jembatan tersebut juga mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir Pulau Obi. Mobilitas yang sebelumnya terkendala kini menjadi lebih lancar sehingga interaksi ekonomi antarwilayah berkembang lebih dinamis.
Arifin Saroa, Kepala Desa Kawasi, menilai terbukanya akses darat telah meningkatkan kerja sama ekonomi antarwarga di kedua desa. “Sekarang kitorang bisa atur baik-baik untuk berjualan bersama. Waina dari Soligi dan Kawasi bisa saling kerja sama karena akses darat sudah terbuka,” ujarnya.
Selain Jembatan Akelamo, Harita Nickel juga mendukung peningkatan konektivitas melalui pembangunan Dermaga Panji Baru di Kawasi. Dermaga sepanjang lebih dari 200 meter tersebut kini menjadi salah satu simpul transportasi penting yang melayani mobilitas warga serta distribusi barang menuju sejumlah wilayah di Maluku Utara, seperti Laiwui, Labuha, dan Ternate.



Komentar Terbaru