JAKARTA – Pemerintah bersama perbankan nasional mulai menyiapkan skema pendanaan untuk mendukung legalisasi dan penyerapan produksi minyak dari sumur masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Dua bank BUMN, yakni Bank Negara Indonesia dan Bank Mandiri disebut telah siap menalangi biaya transaksi penjualan minyak dari sumur masyarakat kepada Pertamina maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mengoptimalkan produksi minyak nasional di tengah gejolak energi global dan ancaman penurunan produksi alamiah migas.

“Bank BNI dan Bank Mandiri sdh siap menalangi biaya transaksi penjualan minyak dari sumur masyarakat ini,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (15/5).

Jadi nanti masyarakat melalui BKU akan menerima pembayaran dari bank BUMN atas produksi minyak yang telah diserahkan ke Pertamina. Kemudian Pertamina akan membayar ke bank.”Masyarakat diwakili BKU (BUMD Koperasi UMKM),” ungkap Djoko.

Menurut dia, di tengah masih hangatnya gejolak energi dunia akibat perang Iran-Israel-Amerika serta ancaman penurunan produksi minyak secara alamiah, masyarakat bersama pemerintah pusat dan daerah mulai bergerak mendukung peningkatan pasokan energi nasional.

Djoko menyebut dukungan datang dari berbagai pihak mulai dari Presiden, kepala daerah, aparat TNI-Polri hingga Kejaksaan dalam mendorong penertiban dan legalisasi sumur minyak masyarakat.

“Masyarakat bersama Pemerintah Pusat & Daerah mulai dari Bapak Presiden hingga kepala desa, TNI-Polri & Kejaksaan, rakyat berbondong bondong mulai mengirimkan produksi minyaknya ke Pertamina & KKKS untuk diolah menjadi BBM yg sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah melakukan penertiban kilang ilegal sehingga tata kelola minyak masyarakat dapat berjalan lebih baik dan terintegrasi dengan sistem resmi pemerintah.

“Terima Kasih kepada Bapak Kapolri & jajaran serta TNI & jajarannya yg telah menertibkan kilang kilang liar,” ujar Djoko.

Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan legalisasi sumur masyarakat yang selama ini berjalan mulai menunjukkan hasil. Ia optimistis produksi dari sumur rakyat dapat menjadi tambahan penting bagi pasokan minyak nasional.

“Terimakasih pula kepada seluruh pihak yg telah terlibat dalam legalisasi sumur masyarakat mulai dari awal hingga saat ini, baik langsung maupun tidak langsung. Insya Allah puluhan ribu sumur masyarakat akan mengalir minyaknya ke KKKS & Pertamina secara bertahap,” tuturnya.

Program legalisasi sumur masyarakat sendiri diharapkan mampu meningkatkan lifting minyak nasional sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan ekonomi dari aktivitas produksi minyak tradisional. (RI)