Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Bahana Kaji Pembelian Saham Freeport

JAKARTA – Menteri BUMN Rini Soemarno menugasi PT Bahana Securities (Persero) untuk melakukan kajian atas rencana pengambilalihan 10,64% saham divestasi PT Freeport Indonesia. “Financial advisor (Bahana) sedang melakukan kajian mendalam untuk menghitung skema penjaminan pembelian saham Freeport,” kata Rini seusai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Selasa.

Menurut Rini, kajian tersebut untuk mungkinan membuka peluang mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan internasional atas penjaminan 9,36% saham yang sudah terlebih dahulu dimiliki pemerintah di Freeport.

Meskipun begitu, Rini enggan mengatakan berapa jumlah yang ditawarkan untuk pengambilan divestasi saham tersebut. Namun, saat ini pihaknya tengah melakukan analisa mengenai jumlah anggaran yang harus disiapkan. “Saya harapkan dalam seminggu ini hasil analisanya final. Selanjutnya segera berkirim surat ke Menteri ESDM bahwa kami tertarik untuk membeli saham divestasi itu,” kata Rini.

Sebelumnya dia akan mendorong PT Inalum (Persero) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk untuk mengambil divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 10,64% sehingga kepemilikan saham Indonesia bisa mencapai 20% di perusahaan tambang emas terbesar di dunia itu. Secara korporasi BUMN siap meningkatkan saham di Freeport Indonesia karena didukung kemampuan keuangan dan perbankan BUMN.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, mengamanatkan paling lambat 14 Oktober 2015 Freeport sudah harus mendivestasikan lagi sahamnya sebesar 10,64 persen.

Selanjutnya 10% lagi didivestasikan pada Oktober 2019, sementara saat ini pemerintah baru memiliki 9,36% saham Freeport. Rini menjelaskan, PT Inalum secara keuangan mampu untuk mengambil divestasi saham Freeport.

“Kami melihat Inalum perlu masuk, karena sejauh ini perusahaan itu belum memiliki tambang, sehingga diharapkan efektif menjadi pemegang saham di Freeport,” ujar Rini.

Untuk lebih mempermudah dari sisi pembiayaan, Inalum dan Antam akan dilakukan sinergi dengan dukungan penuh dari Bank-Bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI.

“Inalum memiliki keuangan yang sangat kuat, ditambah nilai Freeport yang sangat strategis, maka perbankan pasti mau membiayainya. Tidak hanya perbankan dalam negeri, lembaga pembiayaan internasional pasti tertarik untuk membiayai pembelian itu,” tegas Rini.(LH)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)