JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum terdedianya BBM jenis gasoline di SPBU Shell merupakan urusan bisnis perusahaan. Sebagai regulator, pemerintah tidak pernah menghalangi swasta untuk berbisnis.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, menyatakan justru pemerintah tidak mengetahui secara pasti alasan Shell belum mengajukan izin impor BBM. Dia memastikan tidak ada kebijakan yang menghambat perusahaan tersebut untuk memasukkan BBM ke pasar domestik. “Coba tanya ke Shell, ya,” ujar Laode sambil tersenyum saat ditemui di Rest Area 57 beberapa hari lalu.
Menurut Laode, salah satu kemungkinan adalah perusahaan masih mempertimbangkan kondisi pasar minyak dunia yang saat ini masih bergejolak. “Bisa juga dia nggak jualan karena harganya kan lagi nggak stabil. Coba tanya, ya. Tapi bisa saja itu,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah menghambat aktivitas impor BBM oleh perusahaan swasta. “Itu kan cerita lama, ya,” ujar Laode.
Di sisi lain, Laode menegaskan pemerintah terus memantau dinamika pasar minyak global yang masih bergerak fluktuatif akibat berbagai faktor geopolitik. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun.
“Pak Menteri sudah sering umumkan, ya. Kita itu sudah mengantisipasi. Ini kan masih terus on-off, on-off. Nah, itu tetap kita kejar, kita antisipasi. Seperti juga dari bulan Februari sampai bulan ini, kan. Kita sudah antisipasi terus,” katanya.
Meski harga minyak sempat mengalami koreksi, pemerintah masih mencermati perkembangan pasar sebelum menyimpulkan tren penurunannya.
“Kita itu masih melihat. Masih dinamis. Jadi kita belum yakin betul bahwa, oh, ini sudah turun. Belum. Kita masih melihat dinamika ini,” pungkas Laode.


Komentar Terbaru