JAKARTA – Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Latitude Energy, dan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Development Management Fund teken penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengembangan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG), teknologi gasifikasi batu bara canggih yang telah terbukti mampu mengubah batu bara menjadi gas sintetis. Dengan memproduksi gas sintetis di dalam negeri, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus menciptakan peluang baru bagi pengembangan industri nasional.
“Hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Joy M. Sakurai, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dalam keterangannya, Jumat (10/7).
Sementara itu, Sigit P. Santosa, Chief Executive Officer PT Danantara Development Management Fund, mengatakan bahwa kemitraan ini mendukung strategi pemerintah Indonesia yang lebih luas dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan batu bara berkalori rendah.
Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan sumber daya batu baranya melalui teknologi konversi canggih yang dapat mendukung kebutuhan energi dalam negeri. Latitude Energy menawarkan kemitraan jangka panjang kepada Danantara dengan dukungan manajemen, keahlian teknis, dan fokus investasi yang dibutuhkan untuk membangun platform gasifikasi batu bara yang dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Perusahaan memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar pertama, tetapi juga sebagai titik awal pengembangan proyek-proyek gasifikasi batu bara di kawasan Asia Tenggara.
“MoU ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan kami dengan Danantara untuk memajukan ketahanan energi dan pengembangan industri Indonesia. Dengan menggabungkan sumber daya domestik Indonesia yang melimpah dengan teknologi TRIG™ milik Latitude, teknologi gasifikasi batu bara paling maju di dunia, kami berkomitmen menghadirkan teknologi unggulan Amerika Serikat ke Indonesia, mengembangkan kapasitas lokal, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi industri hilir Indonesia. Kemitraan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan energi Indonesia,” ujar Jacob Thomas, President & Chief Executive Officer Latitude Energy Holdings Inc.


Komentar Terbaru