KARAWANG – Berjalannya program B50 bakal membuat adanya surplus dari minyak mentah yang semula diperuntukkan untuk memproduksi solar. Pemerintah dan Pertamina berencana memanfaatkan surplus tersebut untuk diolah menjadi avtur.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan surplus bahan baku pembuatan solar rencananya akan digunakan untuk memproduksi avtur. Pertamina sudah diminta untuk mulai rencanakan pembangunan fasilitas produksi avtur. “Surplusnya itu diperkirakan, ini lagi
dalam hitung-hitungan diperkirakan ya, di antara 3 sampai 4 juta Kiloliter (kl). Ini kita tahap berikutnya adalah kita akan mendorong untuk membangun (pabrik) Avtur,” ungkap Bahlil di Karawang, Kamis (9/7).
Bahlil meminta Pertamina untuk mempercepat persiapan untuk memproduksi avtur dimana pada tahun ini juga ditargetkan sudah dilakukan pekerjaan fisik atau groundbreaking pembangunan fasilitas avtur. “Karena bahan baku Avtur itu hampir sama dengan solar juga, dari solar juga. Sekarang saya dengan Pertamina lagi membuat roadmap bahkan InsyAallah doakan 2026 akhir ini sudah bisa kita lakukan untuk memulainya pembangunan pabrik untuk Avtur kita,” kata Bahlil.
Kemampuan memproduksi produk dari minyak mentah Pertamina memang berkembang pesat semenjak selesainya RDMPP Balikpapan pada awal tahun ini. Selain meningkatkan kapasitas, teknologi yang ada di RDMP juga mampu meningkatkan variasi produk yang dihasilkan.
Setelah sukses menekan impor BBM solar dan avtur, target selanjutnya adalah kurangi impor BBM jenis gasoline. Untuk BBM nonsubsidi dengan RON tinggi rencananya harus bisa diproduksi di dalam negeri. “ke depan lagi kita akan dorong untuk pemakaian bensin kita, RON 95, RON 98, RON 92 itu kita rencanakan akan kita produksikan semua dalam negeri supaya apa? Tidak lagi ada persoalan tentang impor, tidak ada lagi pikiran-pikiran spekulasi yang muncul seolah-olah ada sesuatu dalam permainan impor-impor,” jelas Bahlil. (RI)


Komentar Terbaru