JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)  Area of Interest (AOI) 1-3-5 yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menambah produksi gas sebesar 20 juta kaki kubik per hari (MMscfd) setelah dua sumur baru di Platform WPN-8 resmi berproduksi pada awal Juli 2026. Ini jadi angin segar lantaran

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas  Siswanto mengatakan, sumur NB-802 mulai berproduksi pada 3 Juli 2026, disusul sumur NB-801 pada 5 Juli 2026. Kedua sumur tersebut berada di Platform WPN-8, yang merupakan anjungan kelima dari total enam anjungan dalam proyek Lapangan Gas Sisi Nubi di lepas pantai Kalimantan Timur.

“Alhamdulilah, proyek Sisi Nubi AOI 1-3-5 PT. Pertamina Hulu Mahakam yang berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur, telah mulai memproduksikan sumur NB-802 tanggal 3 Juli dan sumur NB-801 tanggal 5 Juli pada platform WPN-8 yang merupakan anjungan ke-5 dari total 6 anjungan proyek Lapangan Gas Sisi Nubi ini,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Kamis (9/7).

Produksi dari dua sumur baru tersebut saat ini mencapai 20 MMscfd, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penyelesaian bertahap proyek pengembangan Sisi Nubi.

Keberhasilan startup WPN-8 melanjutkan rangkaian pengoperasian empat platform sebelumnya, yakni WPS-4 pada 4 Desember 2025, WPS-5 pada 21 Februari 2026, WPN-7 pada 23 Maret 2026, dan WPN-6 pada 5 Juni 2026.

“Milestone ini menyusul start up 4 platform sebelumnya yaitu WPS-4 di tanggal 4 Desember 2025, WPS-5 di tanggal 21 Februari 2026, WPN-7 di tanggal 23 Maret 2026, dan WPN-6 di tanggal 5 Juni 2026, sehingga total produksi gas dari 5 anjungan lepas pantai ini sebesar +/- 100 MMscfd dari 10 sumur,” ujarnya.

Menurut Djoko, tambahan produksi dari proyek tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga tingkat produksi gas dari Wilayah Kerja Mahakam yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang pasokan gas nasional. “Produksi gas tersebut dapat mengimbangi laju penurunan produksi dari sumur-sumur lama di Delta Mahakam yang sudah berumur puluhan tahun,” katanya.

Meski demikian, pengembangan proyek Sisi Nubi belum sepenuhnya selesai. SKK Migas dan PHM masih menyiapkan startup satu platform terakhir, yakni WPN-5, yang ditargetkan mulai berproduksi pada Agustus 2026.

“Hingga kini berarti masih ada satu platform WPN-5 Sisi Nubi yang akan start up, perkiraan produksi bulan depan Agustus 2026, karena di anjungan WPN-5 saat ini sedang dilakukan completion termasuk pemasangan kepala sumur.

Rampungnya seluruh pengembangan enam platform Sisi Nubi diharapkan semakin memperkuat produksi gas nasional sekaligus menjaga keandalan pasokan dari Wilayah Kerja Mahakam di tengah tren penurunan alami produksi lapangan-lapangan gas yang telah beroperasi selama puluhan tahun