JAKARTA – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Region 4 Zona 14 mencatatkan capaian positif melalui keberhasilan pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F002 di wilayah kerja Salawati, Papua Barat Daya.
Sumur yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pengeboran SLW-F2X tersebut berada di Kampung Manfanim, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Setelah melalui tahapan pengeboran dan penyelesaian sumur (well completion), pada 11 Juni 2026 sumur SLW-F002 berhasil melaksanakan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 623 barel minyak per hari (BOPD) menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
Produksi minyak berasal dari lapisan reservoir Kais yang selama ini dikenal sebagai salah satu lapisan produktif di wilayah Salawati.
Sumur SLW-F002 dibor secara directional J-type menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M hingga mencapai kedalaman akhir 2.093 meter measured depth (mMD) atau 2.083,83 meter true vertical depth (mTVD). Seluruh rangkaian kegiatan pengeboran hingga pelaksanaan uji produksi berhasil diselesaikan dalam waktu 54 hari.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengapresiasi keberhasilan pengeboran tersebut dan pengujian sumur yang memberikan tambahan produksi minyak bagi industri hulu migas nasional.
“Keberhasilan sumur SLW-F002 menunjukkan komitmen dan kemampuan insan hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi nasional. Capaian produksi awal sebesar 623 BOPD dari lapisan Kais menjadi kontribusi positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (12/6).
Pertamina EP kata Djoko sukses selesaikan seluruh tahapan operasi dalam waktu yang relatif singkat juga menjadi indikator efektivitas pelaksanaan program pengeboran yang dijalankan operator.
Selain itu, seluruh kegiatan mulai dari tajak sumur hingga uji produksi dapat dilaksanakan dengan aman, lancar, dan selamat tanpa kecelakaan kerja.
“Hal ini menunjukkan implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan dengan baik serta menjadi bagian dari budaya operational excellence yang terus dikedepankan di lingkungan industri hulu migas,” kata Djoko



Komentar Terbaru