JAKARTA – PT PLN (Persero) akan mengganti stand meter pelanggan dengan teknologi terbaru secara bertahap. Pasalnya, saat ini tercatat ada 79 juta pelanggan yang masih menggunakan stand meter konvensional atau analog.

“Kami sedang menyiapkan roadmap untuk program smart meter. Penggantian smart meter akan dilakukan secara bertahap. Mengganti smart meter seluruh pelanggan kira-kira membutuhkan waktu tujuh tahun dilakukan secara bertahap,” kata Yuddy Setyo Wicaksono, Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Senin (15/6).

Kementerian Perdagangan sebelumnya mengungkapkan sebanyak 14,3 juta stand meter yang berada di tiap rumah sudah habis masa teranya. Kondisi kadaluarsa itu membuat pencatatan pemakaian daya rumah tangga tidak presisi. Hal ini tentu jadi sebuah kenyataan cukup mencengangkan ditengah terus kondisi masyarakat yang terus meras dirugikan PLN akibat adanya lonjakan tagihan.

Dalam data Kementerian Perdagangan sejak 2017 jumlah meter kWh yang belum diteran ulang terus bertamah. Tahun 2017 ada 12 juta meteran, bertambah menjadi 13,2 juta dan tahun 2019 ada 14,3 juta meter kWh yang belum ditera ulang. Kemendag memperkirakan jumlah stand meter kWh yang belum ditera ulang akan bertambah lagi tahun ini menjadi 15,6 juta.

Smart meter sendiri merupakan meteran digital yang mampu mencatat konsumsi listrik secara reguler dan real time. Ini berbeda dengan teknologi meter kWh sekarang yang masih analog, sehingga perlu dilakukan pencatatan secara manual. Dengan smart meter maka data pencatatannya akan dilakukan secara otomatis terkirim ke PLN dan terkoneksi langsung melalui aplikasi yang bisa di akses secara realtime oleh pelanggan.

Ardiansyah Parman, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta PLN serius dalam merealisasikan penggantian stand meter pelanggannya. Ia meminta ada 11 juta stand meter minimal sudah diganti pada tahun depan. “Kami mengusulkan 11 juta unit itu realisasikan saja tahun depan 2021,” kata Ardiansyah.

Lebih lanjut dia menegaskan sebagai bentuk pertanggung jawaban PLN maka 14,3 juta stand meter yang habis masa teranya harus dijadikan prioritas penggantian stand meter nantinya.

“Itu diprioritaskan yang 14 juta belum di tera ulang segera diganti dengan kWh smart tadi karena itu sudah ada programnya PLN. Kami usulkan di 2021 itu diprioritaskan saja. Sehingga kerugian PLN maupun konsumen segera diatasi,” ujar Ardiansyah.(RI)