JAKARTA – Pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur mengalami kebocoran pagi tadi. Berdasarkan informasi dan temuan di lapangan, indikasi kebocoran tersebut disebabkan oleh pekerjaan pihak ketiga yang mengenai infrastruktur distribusi gas bumi. Namun demikian, penyebab pasti kebocoran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib.

Redy Feryanto, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, mengungkapkan tim Penanggulangan Gangguan PGN (TPG PGN) dengan sigap melakukan upaya antisipasi dengan melakukan pengamanan lokasi dan pemasangan warning sign. Adapun pelanggan yang terdampak akibat kejadian ini yaitu sejumlah pelanggan industri, perumahan, dan pembangkit listrik.

“Puji syukur kejadian ini aman dari fatality. Ke depan apabila ada pelaksanaan pekerjaan pihak ketiga yang bersinggungan dengan infrastruktur gas bumi, stakeholder terkait dapat meningkatkan kewaspadaan dan kerja samanya dengan kami untuk mengutamakan safety bagi keselamatan seluruh pihak. Saat ini kebocoran sudah tertangani dan proses perbaikan tengah dilakukan. Dalam pengerjaan ini, kami berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan kerja dan keamanan jaringan. Sebisa mungkin dipercepat pengerjaannya, tapi tetap tidak melupakan safety,” kata Redy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3).

Lebih lanjut, Redy mengatakan pengaliran gas akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan waktu 48 jam, diupayakan gas dapat mengalir kembali secara keseluruhan. “Tapi untuk pelanggan rumah tangga, gas sudah bisa mengalir kembali,” ujarnya.

Menurut Rachmat Hutama Sekretaris Perusahaan PGN,  saat ini salah satu fokus perusahaan adalah meminimalisir dampak dari kejadian tersebut.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini, termasuk kepada pelanggan PGN yang terkena dampak dalam insiden tersebut. Kami akan mengusahakan agar dampak resiko dari kejadian dapat diminimalisir dan aliran gas di sekitar wilayah yang terdampak dapat segera berjalan normal kembali,” kata Rachmat.(RI)