JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan pertumbuhan tipis konsumsi listrik hingga September 2020 jika dibanding periode yang sama 2019.

Rida Mulyana, Direktur Jenderal  Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, , mengatakan pengaruh pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap pola konsumsi pelanggan listrik PLN. Industri dan bisnis mengalami penurunan konsumsi paling signifikan sehingga membuat PLN mengalami over supply.

“Hingga Mei ada lockdown Dimana mana,¬† jadi industri, bisnis tutup. Tapi ini mulai recover dan mudah-mudahan sampai ke depan ada vaksin,” kata Rida dalam sesi diskusi virtual, Kamis (15/10).

Hingga September 2020 tercatat konsumsi untuk rumah tangga sebesar 83,83 TWh atau naik 10,47% karena banyak yang Work From Home (WFH) dan belajar di rumah. Tapi kenaikan sektor rumah tangga tidak terlalu berarti karena konsumsi listrik sektor bisnis hingga September sebesar 30,10 TWh, turun 7,85% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Konsumsi sektor industri hingga September baru mencapai 52,46 TWh atau turun 7,81%. Selain itu juga ada sektor sosial yang konsumsinya 5,99 TWh, terkoreksi 3,23%, konsumsi listrik pemerintah hanya bertambah 0,25% atau baru mencapai 6,15 TWh.

Untungnya secara keseluruhan pertumbuhan konsumsi masih positif, meskipun jauh dari target.

“Hingga September overall kita masih tumbuh 0,61%. Umumnya normalnya nambah 4,5% tapi ada pandemi terjadi konstraksi jadi tumbuh 0,61% saja,” kata Rida.(RI)