JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN), emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, akhirnya buka suara terkait rumor divestasi saham oleh pemegang saham pengendalinya.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (18/8), Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero mengatakan manajemen belum mengetahui adanya rencana akuisisi.

“Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan,” kata Jenny.

Jenny menegaskan perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham, nilai transaksi US$5,5 miliar, maupun pihak-pihak yang terlibat seperti yang beredar.

Meski begitu, rumor akuisisi 62,2% saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low oleh Haji Isam pemilik Jhonlin Group sudah membuat harga saham BYAN terbang. Jumat pekan lalu naik 20%, dan Selasa (18/8) kembali naik hampir 20% ke Rp17.275 per lembar.

Jenny memastikan operasional BYAN berjalan normal dan tidak ada dampak material dari isu tersebut.

Saat ini Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara agregat menguasai 62,2% saham BYAN.

Low Tuck Kwong dikenal sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia, dengan total kekayaan bersih US$19,7 miliar menurut data Bloomberg Billionaire Index. Mayoritas kekayaannya yaitu kepemilikan saham di BYAN, yang saat ini nilainya ditaksir mencapai US16,8 miliar. Sementara kas yang dimiliki tercatat sebanyak US2,73 miliar.

Sementara Elaine Low adalah putri dari Low Tuck Kwong, pertama kalinya menjadi pemegang saham BYAN pada 28 Agustus 2026, setelah menerima hibah 22% saham bernilai Rp122 triliun dari Low Tuck Kwong.(RA)