LUWUK – Manajemen Donggi Senoro LNG (DSLNG) saat ini tengah melakukan pembahasan untuk memperpanjang kontrak jual beli gas dengan para pembeli eksisting yang berasal dari luar negeri. Saat ini ada tiga pembeli tetap LNG asal Jepang dan Korea Selatan dari DSLNG yakni Kyushu, Kogas dan JERA.
Sugianto Darsani, Plant Deputy General Manager DSLNG, menjelaskan meskipun sudah melakukan pembahasan awal namun manajemen tetap memastikan untuk siap mengikuti arahan pemerintah yang berniat untuk meningkatkan penggunaan gas untuk memenuhi kebutuhan dari dalam negeri.
“Sedang tapi finalnya belum kita masih (membahas), ya itu PR kita PR kita yang mudah-mudahan nanti di Desember sudah ada lah gambarannya. seharusnya karena kasil agreement kita kan sampai Desember Tahun 2027,” kata Sugianto ditemui di DSLNG, Luwuk pada Senin (17/8).
Meskipun sedang melakukan pembahasan dengan pembeli LNG eksisting, namun manajemen tidak menutup kemungkinan adanya pembeli gas baru. Long term kontrak DSLNG memang berakhir pada tahun 2027 mendatang untuk itu pencarian untuk kepastian pembeli lainnya juga mulai dijajaki. Apalagi kontrak pengelolaan blok gas yang selama ini jadi sumber pasokan DSLNG sudah diperpanjang pemerintah. Blok Senoro-Toili resmi diperpanjang oleh pemerintah selama 20 tahun. Perpanjangan ini berlaku efektif mulai 4 Desember 2027 hingga tahun 2047, dengan operator utama yang melanjutkan pengelolaan meliputi konsorsium Pertamina, Medco E&P, dan Tomori.
“Kita kan sedang bekerja ya nyari pasar Salah satunya existing buyer Ya bisa existing, bisa nambah jadi yang penting kan artinya bisa buyernya bisa yang lain juga,” ungkap Sugianto.
Menurut dia DSLNG juga siap memasok kebutuhan dalam negeri seperti yang sudah terjadi sejak tahun 2024 ketika pemerintah meminta DSLNG memasok kebutuhan PGN yang alami kekurangan pasokan LNG. Untungnya para konsumen yang sudah berkontrak dengan DSLNG mau mengerti posisi DSLNG dan kebutuhan Indonesia yang mendesak sehingga penjadwalan ulang pengiriman bisa dilakukan dan DSLNG tidak terkena pinalti atau diwajibkan membayar kompensasi.
DSLNG kata Sugianto berharap ke depannya untuk bisa mengamankan pasokan untuk domestik ada kontrak jangka panjang yang terjalin. “PGN nanti kalau memang itu (beli LNG) ya harus seperti long term contract,” ungkap Sugianto.
JERA sendiri sesuai dengan kontrak mendapatkan pasokan LNG sebesar 1 MTPA, diikuti Kyushu Electric Power Co. Inc sebesar 0,3 MTPA serta Kogas 0,7 MTPA. Sejak 2024 DSLNG juga memasok kebutuhan PGN mulai dari satu kargo tahun 2024, meningkat jadi 8 kargo tahun 2025 serta tahun ini direncanakan sebanyak 15 kargo.




Komentar Terbaru