JAKARTA — Sebanyak 26 peserta angkatan pertama Program Magister Teknik Metalurgi Indonesia resmi menyelesaikan pendidikan setelah menjalani program selama tiga tahun melalui kolaborasi Huayou Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra), dan Northeastern University.

Para peserta berhasil memperoleh gelar Master Teknik Metalurgi dari Northeastern University. Upacara kelulusan yang digelar pada 1 Agustus 2026 tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan talenta teknik tingkat tinggi di Indonesia, sekaligus menandai keberhasilan tahap pertama kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan melanjutkan kiprahnya di berbagai basis industri Huayou Indonesia dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan industri metalurgi serta hilirisasi sumber daya mineral di Tanah Air.

Program Magister Teknik Metalurgi Indonesia bermula pada 2022 melalui penandatanganan nota kerja sama dalam Pertemuan Strategis “Kolaborasi Industri, Pendidikan, dan Penelitian” yang diselenggarakan di Bali.

Saat itu, Huayou Cobalt, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves), dan Northeastern University sepakat meluncurkan program pengembangan talenta tingkat tinggi di bidang teknik metalurgi untuk mendukung kebutuhan industri Indonesia.

Selama tiga tahun, ketiga pihak membangun model pengembangan talenta yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pengalaman industri. Program mencakup pembelajaran bahasa Mandarin, mata kuliah profesional, pelatihan penelitian ilmiah, hingga praktik di perusahaan.

Pendekatan tersebut dirancang untuk membekali peserta tidak hanya dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga kompetensi praktik teknik yang relevan dengan kebutuhan industri.

Upacara kelulusan turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, serta para pemimpin dan perwakilan Huayou Cobalt, Kemenkoinfra, dan Northeastern University.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Chen Wu, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai selaras dengan kebutuhan pengembangan industri Indonesia.

Menurutnya, program Magister Teknik Metalurgi yang dilaksanakan bersama Huayou Cobalt, Northeastern University, dan Pemerintah Indonesia merupakan bentuk integrasi antara praktik industri dengan pendidikan dan pelatihan.

Chen Wu berharap para lulusan dapat mengoptimalkan keunggulan profesional dan lintas budaya yang diperoleh selama program, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berkontribusi terhadap pengembangan industri Indonesia.

Para lulusan juga diharapkan dapat berperan sebagai jembatan dalam memperkuat kerja sama industri, pertukaran teknologi, dan saling pengertian antara Indonesia dan Tiongkok.

Dorong Talenta untuk Hilirisasi

Sementara itu, Analis Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Tri Yuliani Decritia Siregar, mengatakan Indonesia tengah mempercepat strategi hilirisasi sumber daya mineral.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, industri Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan skala produksi, tetapi juga pada peningkatan teknologi dan nilai tambah industri.

“Dalam konteks ini, talenta teknik tingkat tinggi menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung peningkatan kapasitas industri nasional,” ujar Tri Yuliani.

Menurutnya, Program Magister Teknik Metalurgi merupakan salah satu bentuk kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan universitas dalam mempersiapkan talenta profesional lokal yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan industri Indonesia.

Para lulusan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama program menjadi kemampuan praktis untuk mendukung pengembangan hilirisasi industri metalurgi dan sumber daya mineral Indonesia, sekaligus berkontribusi pada peningkatan daya saing industri nasional.

Wakil Rektor Northeastern University, Xu Wei, mengatakan Northeastern University terus berkomitmen mendukung kebutuhan strategi nasional dan pengembangan industri melalui penguatan kerja sama pendidikan internasional.

Dengan memanfaatkan keunggulan disiplin metalurgi, universitas terus menyempurnakan model pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri Indonesia.

Selama tiga tahun, program dikembangkan melalui sistem pelatihan yang menggabungkan mata kuliah profesional, penelitian ilmiah, pembelajaran bahasa Mandarin, dan praktik perusahaan.

Model tersebut membantu peserta menguasai pengetahuan teoritis sekaligus kompetensi praktik teknik yang dibutuhkan dalam perkembangan industri Indonesia.

Huayou Perkuat Pengembangan Talenta Lokal

Zhang Bing, Wakil Presiden Huayou Cobalt Co., Ltd.,  turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan. Menurutnya, keberhasilan angkatan pertama menyelesaikan program merupakan pencapaian penting dari kolaborasi tiga pihak sekaligus menjadi langkah nyata Huayou dalam memperkuat pengembangan talenta lokal tingkat tinggi.

“Keberhasilan lulusan angkatan pertama menunjukkan hasil nyata dari program pelatihan bersama yang telah dijalankan selama tiga tahun. Ke depan, Huayou akan terus memperdalam kerja sama dan meningkatkan sistem pengembangan talenta untuk memberikan dukungan sumber daya manusia yang kuat bagi pertumbuhan perusahaan berkualitas tinggi dan pengembangan industri baru di Indonesia,” ujar Zhang Bing.

Salah satu perwakilan lulusan turut merefleksikan perjalanan tiga tahun mengikuti program, mulai dari pembelajaran bahasa, mata kuliah profesional, pelatihan penelitian ilmiah hingga praktik di perusahaan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para lulusan untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung perkembangan industri Indonesia.

Kelulusan 26 peserta angkatan pertama ini tidak hanya menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister, tetapi juga menjadi pencapaian penting dalam membangun mekanisme pengembangan talenta lokal melalui sinergi pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia mempersiapkan talenta muda di bidang teknik yang memiliki wawasan internasional, kompetensi profesional, dan pengalaman praktis.

Huayou menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, universitas, dan mitra lainnya untuk memperkuat sistem pengembangan talenta serta mempersiapkan lebih banyak talenta teknik tingkat tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari prinsip Huayou untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian dan masyarakat lokal di setiap wilayah tempat perusahaan berinvestasi.

Dengan memperkuat pengembangan talenta dan mendukung kebutuhan industri, Huayou berharap dapat memberikan kontribusi yang semakin kuat bagi hilirisasi sumber daya mineral Indonesia dan pengembangan manufaktur bernilai tambah tinggi.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Tiongkok dan pembangunan berkualitas tinggi melalui Belt and Road Initiative.