JAKARTA – Muhammad Irfan Zainul Fikri resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), menggantikan Surya Tri Harto. Penunjukan tersebut menempatkan sosok yang telah lama berkarier di lingkungan Pertamina dan PIS di pucuk pimpinan perusahaan Subholding Integrated Marine Logistics tersebut.
Pergantian posisi Direktur Utama PIS tersebut dikonfirmasi oleh Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita. “Iya betul,” kata Vega kepada Dunia Energi saat dikonfirmasi tentang pergantian jajaran direksi PIS, Senin (28/9).
Irfan bukan nama baru di lingkungan PIS. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama, ia menjabat sebagai Direktur Armada PIS sejak 27 September 2022. Ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS.
Lahir di Yogyakarta pada 22 September 1977, Irfan memiliki latar belakang pendidikan teknik dan logistik. Ia merupakan alumnus Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kemudian meraih gelar magister di bidang Logistics and Supply Chain dari Universitas Indonesia.
Selain pendidikan formal, Irfan memiliki sertifikasi Certified Cost Professional (CCP) dan Project Management Professional (PMP).
Karier Irfan di Pertamina dimulai pada 2003. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menduduki posisi Technical Service Coordinator pada 2019 dan Project Management Coordinator pada 2021. Pada tahun yang sama, ia dipercaya sebagai Vice President Fleet Management PIS hingga 2022.
Kariernya kemudian berlanjut di jajaran direksi PIS. Pada 27 September 2022, Irfan diangkat sebagai Direktur Armada, menggantikan I Putu Puja Astawa. Ketika itu, Pertamina menyebut perubahan jajaran direksi dilakukan antara lain untuk memperkuat manajemen dan mendorong peningkatan kinerja perusahaan.
Dalam kapasitasnya sebagai Direktur Armada, Irfan terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan armada PIS. Salah satu proyek yang pernah ia soroti adalah pengoperasian kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) PG Amaryllis yang memiliki kapasitas sekitar 90.000 meter kubik dan menggunakan sistem dual fuel. Kapal tersebut juga diproyeksikan dapat mengangkut amonia.
Pengalaman Irfan juga tidak hanya berkaitan dengan bisnis armada. Pada 2025, saat menjalankan tugas sebagai Plt Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS, ia terlibat dalam pengembangan diversifikasi bisnis perusahaan, antara lain melalui pengangkutan slab steel atau lembaran baja.
PIS ketika itu mengangkut 30.400 metrik ton slab steel dari Morowali, Sulawesi Tengah, menuju Cilegon, Banten. Irfan menyebut pengangkutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas portofolio PIS ke segmen dry bulk sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan dari pasar non-captive.
Pengalaman panjang di bidang armada, logistik, rantai pasok, serta pengembangan bisnis tersebut kini menjadi bagian dari rekam jejak yang menjadi modal besar bagi Irfan untuk memimpin PIS.
Dengan penunjukan tersebut, Irfan menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan PIS dari internal perusahaan. Ia sebelumnya telah berada di jajaran direksi perusahaan sejak 2022 setelah berkarier selama hampir dua dekade di lingkungan Pertamina.
PIS merupakan Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina yang menjalankan bisnis pelayaran dan logistik maritim, termasuk pengangkutan energi dan pengembangan bisnis logistik lainnya.(RI)





Komentar Terbaru