LUWUK – Sebagai salah satu perusahaan pengolah gas alam di Indonesia ternyata PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tidak hanya memproduksi liquefied natural gas (LNG), tetapi juga menghasilkan kondensat yang sudah memiliki pembeli tetap dari dalam negeri. Rata-rata produksi kondensat DSLNG bisa mencapai 2.200 barel per hari (BPOD).
Doni Rahmadana, Marine Superintendent DSLNG, mengungkapkan bahwa kondensat produksi perusahaan saat ini dibeli oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk.
“Kita ada kondensat juga di sana. Itu per tahun 16 kapal. Buyernya kata Asri. Per kapal 52.500 barel,” kata Donny di Terminal LNG DSLNG, Kabupaten Banggai, Senin (17/8).
Dengan kapasitas sekitar 52.500 barel dalam setiap pengapalan, sehingga rata-rata volume kondensat untuk Candra Asih dalam satu tahun mencapai sekitar 840.000 barel.
Kondensat biasanya menjadi bahan Baku berbagai produk petrokimia dasar seperti etilena, propilena, pygas, dan mixed C4 yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku bagi berbagai industri turunan, termasuk plastik, kemasan, otomotif, hingga produk kimia lainnya.
Sugianto Darsani, Plant Deputy General Manager DSLNG mengungkapkan kondensat yang dihasilkan jenisnya ringan dan tidak bisa diolah menjadi gasoline. Sehingga kondensat langsung diserap oleh konsumen dari industri Petrokimia.
“Jadi kondensat kita adalah kondensat yang ringan light condensate. Ini tidak bisa diolah menjadi refinery jadi dia tuh hanya C5 kebanyakan C5 sedangkan untuk bensin itu kan C6 mulai C6 sampai C8 kemudian C9 ke sana itu diesel yang bisa mengolah kondensat kita itu hanya cracker ethylene propylene hanya dijadikan ethylene atau propylene,” jelas Sugianto. (RI)




Komentar Terbaru