JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat keberhasilan pengeboran sumur infill MESO#22 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sumur tersebut menghasilkan produksi minyak sebesar 2.128 barel minyak per hari (BOPD), jauh di atas target awal sebesar 131 BOPD atau mencapai sekitar 16 kali lipat dari target.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan capaian tersebut sebagai kabar baik dari kegiatan pengeboran PHR di WK Rokan dimana sejak awal tahun kinerja produksinya belum optimal akibat berbagai persoalan mulai dari pipa gas hingga pembangkit listrik.
“Alhamdulilah, PHR sukses ngebor dapat produksi minyak 2.128 BOPD dari Sumur MESO#22 dari rencana 131 BOPD, melebihi target 16 kali lipat. Water cut sekitar 25%,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Sabtu (15/8).
Djoko menjelaskan sumur MESO#22 mulai dibor pada 16 Juli 2026 dan selesai pada 29 Juli 2026. Selanjutnya, sumur menjalani tahap Put on Production (POP) pada 10 Agustus 2026 dengan menggunakan rig GW-36. “Sumur tersebut merupakan sumur infill dengan trajektori berarah tipe S (S-Type), yang menargetkan reservoir Batupasir Menggala pada kedalaman 3.920 ftMD/3.864 ftTVD,” kata dia.
Dalam proses pengeborannya, PHR menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain potensi sloughing shale hingga washout. Tantangan tersebut berhasil dilewati melalui perencanaan yang matang, penerapan metode pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara aman dan andal.
Hasil produksi Sumur MESO#22 selanjutnya dialirkan menuju Gathering Station MESO. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kontribusi program pengeboran dalam menjaga sekaligus meningkatkan produksi PHR, dengan tetap mempertahankan disiplin biaya dan keselamatan operasi.
“PHR terus berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah optimasi dan inovasi operasional secara aman, andal, dan efisien dalam menjalankan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan yang ada di WK Rokan. Capaian tersebut memberikan tambahan produksi migas nasional dan ketahanan energi Indonesia,” kata Djoko.
SKK Migas berharap keberhasilan ini dapat berlanjut pada kegiatan pengeboran dan perawatan sumur lainnya yang dilakukan PHR sepanjang 2026.




Komentar Terbaru