LAMPUNG – Selama puluhan tahun, industri tambang Indonesia tumbuh dengan mengandalkan teknologi impor. Ketergantungan itu kini mulai digeser. PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menyatakan keinginannya untuk membangun kemandirian teknologi pengolahan mineral bersama periset dalam negeri, dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain, Lampung Selatan, Selasa (29/9). Rombongan dipimpin Corporate Strategy & Research Development Division Head PT ANTAM, Ulil Amri Nizhamul.
“Selama ini, ANTAM lebih banyak mengakuisisi teknologi dari luar negeri. Melalui kerja sama dengan lembaga riset seperti BRIN, ANTAM ingin mendorong periset dalam negeri bersama industri untuk mengembangkan teknologi secara mandiri,” tegas Ulil, seperti dikutip BRIN.
ANTAM yang mengelola tiga komoditas utama yakni emas, nikel, dan bauksit, menilai hilirisasi tidak akan berjalan optimal tanpa penguasaan teknologi dari hulu. Karena itu, diskusi tidak hanya soal riset, tetapi juga soal pembangunan Laboratorium Metalurgi ANTAM yang mengacu pada standar pengelolaan laboratorium BRIN.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM) BRIN, Fathan Bahfie, menyambut langkah tersebut sebagai sinyal kuat integrasi sains dan industri.
“Langkah ini menunjukkan komitmen dunia industri dalam mengintegrasikan riset berbasis sains dengan operasional bisnis dan hilirisasi mineral nasional,” ujar Fathan.
Selain laboratorium metalurgi, kedua pihak juga menjajaki tata kelola logam tanah jarang (LTJ), pemanfaatan tailing atau sisa hasil pengolahan, hingga digitalisasi layanan riset melalui platform Electronic Laboratory Services (ELSA) milik BRIN.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas laboratorium di KST Tanjung Bintang dan pembahasan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Bagi BRIN dan ANTAM, kolaborasi ini bukan sekadar proyek bersama, melainkan fondasi menuju ekosistem riset mineral nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.(RA)




Komentar Terbaru