JAKARTA – Pertamina EP (PEP) Zona 10 berhasil menyelesaikan kegiatan well intervention Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara. Intervensi tersebut berhasil meningkatkan produksi minyak sumur hingga 733 barel minyak per hari (BOPD), atau mencapai 2.221% dari target sebesar 33 BOPD.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, kegiatan well intervention Sumur BN-38 memiliki objektif utama membuka kembali (reopening) Lapisan J-72 sekaligus memasang gas lift untuk mengoptimalkan kembali potensi produksi sumur.

“Alhamdulillah, Pertamina EP Zona 10 telah berhasil menyelesaikan kegiatan Well Intervention Sumur BN-38, Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara, dengan objektif utama melakukan reopening Lapisan J-72 dan pemasangan gas lift untuk mengoptimalkan kembali potensi produksi sumur,” ujar Djoko dalam laporannya, Kamis (1/10).

Menurut Djoko, sebelum dilakukan well intervention, Sumur BN-38 berada dalam kondisi produksi rendah dengan produksi minyak sekitar 8 BOPD.

Setelah seluruh rangkaian pekerjaan diselesaikan, hasil uji produksi dari Lapisan J-72 pada interval 1.076,5–1.077,5 meter mencatatkan produksi minyak sebesar 733 BOPD. Angka tersebut mencapai 2.221% dari target 33 BOPD.

Selain minyak, sumur tersebut juga menghasilkan produksi gas sebesar 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau mencapai 520% dari target sebesar 0,10 MMSCFD.

“Capaian ini menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dibandingkan kondisi sebelum intervensi. Sumur BN-38 juga telah Put on Production (PoP), sehingga tambahan produksi yang diperoleh dapat langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi PEP Zona 10,” kata Djoko.

Dari sisi operasional, pekerjaan tersebut diselesaikan menggunakan Rig Own SIP-02 berkapasitas 350 HP dengan total durasi sembilan hari. Rig telah release pada 28 September 2026.

Sementara itu, estimasi realisasi biaya berdasarkan Field Estimate Cost mencapai US$85.896, atau sekitar 61% dari rencana biaya sebesar US$139.896,21. Dengan demikian, pekerjaan dapat diselesaikan dengan biaya lebih rendah dibandingkan rencana.

Djoko menilai keberhasilan intervensi Sumur BN-38 menjadi tambahan produksi yang signifikan bagi Lapangan Bunyu. Capaian tersebut juga menjadi momentum positif untuk memperkuat profil produksi PEP Zona 10 sekaligus mendukung pencapaian target produksi dan lifting migas nasional.

“Insya Allah sisa kegiatan pemboran, WO/S sampai akhir Desember 2026 mendapatkan produksi yang lebih besar, berlipat ganda dari target tiap sumurnya,” ujar Djoko