JAKARTA – ESG-IN (PT ESGIN Global Partners), platform global untuk The World’s ESG Action Network, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) strategis dengan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kredit karbon yang terdigitalisasi, transparan, dan berbasis data terverifikasi di Indonesia.
Kolaborasi ESG-IN dan IDCTA bertujuan untuk menciptakan ekosistem kredit karbon dan ESG yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data terverifikasi. Dengan menggabungkan tiga mesin strategis ESG-IN dan jaringan IDCTA yang mencakup ribuan pelaku bisnis dan proyek hijau di Indonesia, kedua organisasi berkomitmen untuk mempercepat sertifikasi dan issuance kredit karbon, Kredit Plastik, dan ESG Action Credits (EAC): Menggunakan platform Digital MRV berbasis AI untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan melaporkan data emisi dengan standar internasional, sehingga mempercepat proses sertifikasi kredit dari proyek-proyek hijau di Indonesia.
Meningkatkan Transparansi dan Kredibilitas Pasar Karbon melalui Teknologi Blockchain: Implementasi teknologi Blockchain dan Proof-of-Action NFT untuk menciptakan immutable ledger (catatan yang tidak dapat diubah) dari setiap transaksi kredit karbon, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan pembeli kredit karbon internasional.
Membuka akses pembiayaan hijau dan pasar B2B untuk data ESG terverifikasi. Kemudian memberdayakan masyarakat dan pemimpin lingkungan lokal, serta mendukung pencapaian target net zero emission Indonesia: Berkontribusi pada pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan komitmen Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Brandon Keam, Chief Executive Officer ESG-IN mengungkapkan kolaborasi dengan IDCTA adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi ESG-IN dalam menciptakan The World’s ESG Action Network yang terdigitalisasi, transparan, dan memberdayakan masyarakat di seluruh dunia.
Dengan menggabungkan tiga mesin strategis yang dimiliki yakni Global ESG Action Network, Verified ESG Data & NFT Marketplace, dan ESG Credit Portfolio & Consulting, ESG-IN yakin dapat mempercepat pertumbuhan pasar karbon Indonesia dan membuka peluang investasi hijau yang signifikan.
“Kami berkomitmen untuk menjadi partner jangka panjang yang terpercaya bagi ribuan proyek hijau dan komunitas di Indonesia dalam perjalanan mereka menuju Net Zero Emission, sambil memberdayakan setiap individu untuk menjadi ESG Hero dan environmental leader,” ungkap Brandon, Senin (4/5).
Berdasarkan MoU yang telah ditandatangani, ESG-IN dan IDCTA akan melaksanakan kolaborasi dalam beberapa area strategis. Pertama digitalisasi proses sertifikasi kredit karbon, plastik, dan ESG Action Credits ESG-IN akan menyediakan platform Digital MRV berbasis AI yang memudahkan proyek-proyek hijau (baik di sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, maupun sektor lainnya) untuk mengumpulkan dan melaporkan data emisi secara real-time dan terverifikasi. Platform ini akan terintegrasi dengan standar internasional seperti Verra, Gold Standard, dan standar nasional yang berlaku.
Selanjutnya fasilitasi off-take kredit karbon dan kredit lingkungan lainnya. Capacity Building dan Edukasi Pasar. Riset dan Pengembangan Metodologi Kredit Lingkungan . Pengembangan ESG Bank Networks dan Community Leadership dimana ESG-IN akan bekerja sama dengan IDCTA untuk mengembangkan jaringan ESG Banks (termasuk bank sampah dan institusi komunitas lainnya) yang berfungsi sebagai hub untuk aksi lingkungan lokal. Melalui jaringan ini, individu dapat menjadi ESG Heroes dan pemimpin lingkungan yang menginspirasi komunitas mereka.
Selanjutnya kerjasama dari sisi Advokasi Kebijakan dan Regulasi ESG-IN dan IDCTA akan bekerja sama dalam memberikan masukan kepada pemerintah (khususnya KLHK, ESDM, dan kementerian terkait lainnya) untuk pengembangan regulasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pasar karbon Indonesia yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, serta mendorong adopsi teknologi blockchain dan AI untuk verifikasi data ESG.
Kolaborasi ESG-IN dan IDCTA diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi berbagai stakeholder tentu bagi Proyek Hijau dan Pelaku Bisnis, bagi Komunitas dan ESG Heroes, para Investor dan Pembeli Kredit Karbon, serta bagi perekonomian tanah air seperti Pembukaan sumber pendapatan baru dari monetisasi kredit karbon, plastik, dan ESG Action Credits, Peningkatan investasi hijau dan green financing di Indonesia, Penciptaan lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau dan digital, serta Peningkatan daya saing Indonesia di pasar global untuk produk dan layanan berkelanjutan.
Riza Suarga, Ketua Indonesia Carbon Trade Association, menilai penandatanganan MoU dengan ESG-IN menunjukkan komitmen IDCTA dalam mengakselerasi transformasi digital pasar karbon Indonesia.
Platform Digital MRV berbasis AI dan teknologi blockchain ESG-IN akan membantu anggota IDCTA dan proyek-proyek hijau di Indonesia untuk mencapai standar internasional dalam pelaporan emisi dan sertifikasi kredit karbon.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi game-changer dalam pengembangan pasar karbon yang sehat, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi komunitas lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aksi lingkungan mereka,” ungkap Riza. (RI)



Komentar Terbaru