JAKARTA – Pertamina International Shipping (PIS) atau Subholding Integrated Marine Logistics, akan mulai fokus mengembangkan bisnis selain angkutan bahan bakar minyak (BBM) maupun minyak mentah pada tahun ini demi mengejar target yang diamanatkan holding Pertamina.

Erry Widiastono, Direktur Utama PIS, menyatakan ada beberapa lini bisnis yang akan mulai menjadi fokus pada tahun ini. Dia membeberkan untuk mewujudkan visi PIS sebagai Asian Leading Marine Logistics Company, bisnis PIS tidak hanya berfokus pada sektor layanan angkutan perkapalan saja, tetapi juga jasa terminal dan penyimpanan berstandar
internasional

“PIS juga memperluas cakupan muatan angkutan untuk gas, petrokimia, dan kargo bulk/kontainer di samping sektor bahan bakar energi seperti BBM dan crude,” kata Erry dalam keterangannya (5/5).

Menurutnya sebagai perusahaan yang sedang bertransformasi menjadi Global Integrated Marine Logistics Company dengan target pendapatan mencapai US$4 Miliar di tahun 2030, pada tahun 2022 PIS akan melaksanakan kegiatan Unlock Value. “Melalui strategic partnership dan M&A untuk merealisasikan target pertumbuhan ke depan,” ujar Erry.

Selama tahun 2021, PIS terus melakukan ekspansi kargo untuk melayani pelayaran internasional. Jumlah kapal milik PIS yang disewa oleh perusahaan energi internasional tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Kapal-kapal tersebut mengangkut muatan berupa minyak mentah (crude oil), white oil, dan gas. PIS juga melakukan perluasan trading area dari delapan rute menjadi 11 rute internasional meliputi, yakni Afrika, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Australia, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat, India, Aljazair, dan Bangladesh.

PIS juga menambah armada distribusi energi Very Large Crude Carrier (VLCC) MT Pertamina Pride dan MT Pertamina Prime dengan kapasitas 2 juta barel.