JAKARTA – Komitmen PT PLN (Persero) untuk mendukung target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060 juga menjangkau sektor pariwisata. Hal ini seiring dengan Deklarasi Glasgow untuk Aksi Iklim dalam Pariwisata pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 yang mendorong rencana global yang konsisten untuk aksi iklim dalam pariwisata. 
 
Zainal Arifin, Executive Vice President of Engineering and Technology PLN, menekankan dukungan penuh terhadap kawasan pariwisata yang menonjolkan Green Tourism dengan menyediakan energi listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
 
“Jadi untuk kawasan wisata yang menonjolkan Green Tourism kita akan support energi listriknya juga dengan green energy,” ujarnya pada talkshow Smart City Conference bertajuk ‘Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Amenitas di 10 Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional’, pekan kemarin.
 
Salah satu contoh konkret PLN dalam mendukung pemenuhan suplai listrik di kawasan Green Tourism di Indonesia adalah dengan melakukan upaya konversi ke pembangkit berbasis EBT pada destinasi yang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Saat ini, destinasi pulau terluar masih mengandalkan PLTD, yang selain mahal juga menimbulkan polusi CO2.
 
“Seperti di Wakatobi kita sudah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan baterai. Secara bertahap PLTD akan kita ganti dengan PLTS,” ungkap Zainal.
 
Dari sisi suplai saat ini, Zainal menambahkan, dari 10 kawasan pariwisata prioritas semuanya lebih dari cukup. Bahkan, untuk aspek dayanya sudah memenuhi aspek keandalan. Sehingga ketika ada satu pembangkit terbesar gangguan, suplai masih aman.
 
“Dari 10 lokasi, yang pas-pasan hanya Morotai. Tapi kami sudah ada _planning_ tahun depan untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 10 Mega Watt (MW), jadi secara suplai sebetulnya tidak ada masalah,” ujar Zainal.
 
Untuk meningkatkan keandalan di beberapa kawasan pariwisata prioritas nasional, PLN bahkan menerapkan layanan Zero Down Time, atau layanan tanpa padam. Saat ini destinasi yang sudah disiapkan untuk layanan ini adalah kawasan wisata Borobudur dan Labuhan Bajo.
 
“Kami melihat kedua destinasi wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dengan beragam latar belakang sehingga menjadi representasi negara. Jika kita bisa memberikan layanan Zero Down Time di sana, tentunya bisa memberikan value buat PLN,” ujar Zainal.
 
Layanan yang biasanya ditetapkan pada kawasan-kawasan premium ini, seperti SCBD Jakarta, akan meningkatkan keandalan sistem dan meminimalkan gangguan kelistrikan. Layanan ini akan memastikan sampai dengan nol kemungkinan gangguan yang akan terjadi salah satunya dengan penyediaan sistem suplai listrik berlapis.
 
“Itu sebetulnya untuk pelanggan premium saja, tapi kami beranikan diri untuk mendukung destinasi wisata nasional,” kata Zainal.(RA)