JAKARTA – PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) membidik bisnis baru sekaligus memastikan keandalan pasokan gas bagi konsumennya dengan dengan Syntethic Natural Gas (SNG). Dalam bisnis ini PGN bakal kerja sama dengan sederet perusahaan tambang batu bara, terutama PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Muhammad Anas Pradipta, Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN menjelaskan proyek anyar tersebut bakal dilaksanakan di Provinsi Sumatra Selatan yang memiliki sumber daya batu bara kalori rendah melimpah.
“Lebih banyak di Sumatra sekarang karena yang GAR-nya lebih rendah di sana, di Tanjung Enim, Muara Enim, ya deket-deket Jambi juga,” kata dia ditemui di Jakarta, Rabu (21/10).
Anas menjelaskan produk SNG itu menjadi alternatif bagi perusahaan tambang batu bara yang ingin menjalankan proyek hilirisasi, namun terbentur keekonomian. “Ternyata model SNG ini bisa menjadi alternatif hilirisasi, nah itu yang mereka juga sekarang agak kejar nih,” jelas Anas
Bukan hanya PTBA yang akan menyulap batu bara mereka menjadi gas sintetis, menurut Anas pelaku usaja swasta di Sumsel juga sudah melirik dan mulai mengkaji SNG sebagai bentuk hilirisasi paling memungkinkan. “Itu juga ada yang swasta, grup-grupnya swasta karena mereka kan butuh untuk hilirisasi ya,” ungkap Anas.
L PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memang menjadikan SNG sebagai produk alternatif hilirisasi disamping penugasan dari pemerintah untuk gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Proyek yang hilirisasi batu bara menjadi SNG itu bisa meningkatkan nilai tambah hingga 5,7 kali lipat dibanding menjual Batu bara.
Proyek SNG sendiri membutuhkan pasokan sekitar 9 juta ton batu bara untuk menghasilkan gas alam sintetis sebanyak 237 billion british thermal unit per day (BBTUD).
Nantinya, dua emiten pelat merah, yakni PTBA dan PGAS bakal membentuk perusahaan patungan (Joint Venture/JV) untuk menyukseskan proyek hilirisasi batu bara menjadi SNG.





Komentar Terbaru