JAKARTA – Antrean BBM di Bali selama beberapa hari membuat pemerintah makin waspada akan terjadinya hal serupa di kota-kota besar lain. Salah satu yang langsung mengantisipasi adalah Jawa Timur. Sejumlah wilayah termasuk Malang, Jember, dan Blitar, terindikasi mengalami antrean BBM.

Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, pemerintah melakukan penguatan koordinasi untuk memastikan pasokan BBM di Jawa Timur tetap terjaga sekaligus mencegah persoalan distribusi meluas ke wilayah lain. “Karena itu, apa yang sudah terjadi di Bali, jangan lagi terjadi di lokasi-lokasi yang lain,” ujar Laode di Kementerian ESDM, Selasa (20/10).

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur dan Wakilnya Emil Elestianto Dardak langsung sambangi Kementerian ESDM dan membahas secara intensif kondisi pasokan BBM dengan Dirjen serta Sekjen Kementerian ESDM pada Selasa (2o/10).

Menurut Laode, perhatian khusus diberikan kepada Jawa Timur agar kebutuhan BBM di wilayah tersebut tetap terpenuhi. Penyaluran pasokan ke daerah lain juga harus mempertimbangkan kecukupan stok di wilayah asal sehingga tidak memicu persoalan baru. “Jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain, dari sana, Jatimnya sendiri tidak terpasok dengan baik,” katanya.

Laode mengakui terdapat sejumlah wilayah di Jawa Timur yang terindikasi mengalami antrean BBM. Pemerintah pun berupaya mempercepat penanganan agar kondisi tersebut segera kembali normal. “Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera teratasi,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan persoalan antrean BBM di wilayah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Laode menegaskan, penanganan harus tuntas dalam satu hingga dua hari ke depan. “Tapi intinya kita dalam 1-2 hari ini sudah harus tuntas masalah yang terjadi,” tegasnya