LIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus menunjukkan kinerja cemerlang melalui keberhasilan penyelesaian Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo di Selat Makassar, pada Juli 2026. Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka. Kegiatan ini dilaksanakan melalui anak perusahaan PHE, PT Elnusa Tbk, yang berkolaborasi dengan China Oilfield Services Limited (COSL).

Ahmad Najihal Amal, VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE yang sekaligus sebagai Kepala Teknik Proyek Survei Seismik 3D Kandawulo,  menjelaskan bahwa Proyek Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo ini sukses dilaksanakan dengan Zero Accident dan secara OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule dan on return). “Survei 3D Kandawulo seluas 2500 km2 dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari (lebih cepat 42 hari) berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh Fungsi yang terlibat,” kata Ahmad dalam keterangannya, Rabu (29/2).

Keberhasilan Proyek survei seismik 3D Kandawulo ini didukung oleh persiapan operasi yang matang serta koordinasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, serta aparat keamanan Kodaeral VI Makassar dan Lanal Mamuju. “Sinergi yang baik tersebut memungkinkan kegiatan operasional berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Najihal lebih lanjut.

Keberhasilan penyelesaian survei seismik 3D Kandwulo secara aman dan cepat ini mendapatkan apresiasi dari Aldy Amir Kepala Divisi Prospektivitas & Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir. Beliau juga mengapresiasi kinerja cemerlang dari kolaborasi antara Elnusa dengan COSL sehingga dapat menyelesaikan proyek ini lebih cepat dari target waktu yang diberikan dengan kualitas data hasil akuisisi yang sangat baik. Proyek ini adalah milestone yang sangat penting pada program New Venture PHE di Wilayah Indonesia Timur untuk membuka peluang mendapatkan blok-blok eksplorasi migas baru untuk mendukung ketahanan energi nasional dalam masa mendatang.

Dalam pelaksanaannya, survei menggunakan kapal seismik milik COSL dengan metode akuisisi seismik 3D Marine Streamer Broadband. Teknologi ini memungkinkan pencitraan geometri bawah permukaan secara lebih akurat, khususnya pada target eksplorasi di kedalaman yang lebih dalam. Metode tersebut dinilai sangat tepat untuk wilayah Selat Makassar, yang memiliki potensi sumber daya migas besar dan masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut guna mengoptimalkan pengembangan sumber daya energi nasional.