JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc. menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) di Centennial Tower, Jakarta, sebagai langkah awal penjajakan pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis teknologi gasifikasi plasma di Indonesia. Melalui kesepakatan ini, kedua perusahaan akan bertukar informasi dan mengevaluasi potensi biomassa sebagai bahan baku, peluang penyerapan hidrogen (offtake), serta opsi partisipasi investasi dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi selama proses evaluasi.
FLEXIH Inc. merupakan perusahaan teknologi energi bersih berbasis di Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah gasifikasi plasma yang berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk energi bernilai tambah.
Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PLN EPI mengatakan NDA menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dalam mendalami potensi kerja sama. “Penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) pada hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis. Langkah ini menjadi fondasi hukum serta bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi sensitif, seiring dengan dimulainya rencana pelaksanaan kerja sama dan pertukaran data antara PLN Energi Primer Indonesia dan FlexiH Inc.,” jelas Hokkop. dalam keterangannya, Selasa (20/10).
Natarianto Indrawan, CEO and Founder FLEXIH Inc. mengatakan kolaborasi menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi energi masa depan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik Indonesia.
Menurutnya pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Dia menuturkan kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri sangat dibutuhkan apalagi Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. “Dengan pendekatan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung dekarbonisasi,” ungkap Natarianto.
Menurut Natarianto, teknologi gasifikasi plasma memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pemanfaatan biomassa dengan kadar air relatif tinggi. Aspek tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat kesesuaian teknologi dengan karakteristik biomassa di Indonesia serta keekonomian proyek.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama mengkaji bagaimana teknologi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik biomassa yang tersedia, serta aspek keekonomian proyek. Pendekatan tersebut penting agar pengembangan teknologi tidak berhenti pada konsep, tetapi memiliki landasan yang kuat untuk dievaluasi lebih lanjut,” tambah Natarianto.
PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dan mengeksplorasi peluang bioenergi sebagai bagian dari diversifikasi energi. Penjajakan teknologi ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Melalui penjajakan ini, PLN EPI mendorong biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk energi bernilai tambah seperti hidrogen rendah karbon. Kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya domestik diharapkan membuka peluang baru bagi diversifikasi energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia.





Komentar Terbaru