JAKARTA – Produksi LNG dari Tangguh mulai pulih seiring dengan telah selesainya perawatan atau Turn Around (TA) di fasilitas Train-1. Berdasarkan informasi yang diperoleh Dunia Energi, TA sudah selesai sejak Juni 2026.

Untuk saat ini kapasitas produksi Tangguh Train 1 diketahui sebesar 1.000 m3/h dari kondisi normal sebesar 1.200 m3/h. Rencananya bulan Oktober nanti kapasitas produksi Train 1 ditargetkan normal.

Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan meskipun mengalami perawatan dan produksi turun, namun dia meyakinkan bahwa kebutuhan gas para konsumen terpenuhi terutama konsumen yang memasok kebutuhan masyarakat. seperti PLN dan Pupuk Indonesia.

“Paling penting itu adalah bagaimana menjaga kargo-kargo itu terpenuhi semua. Untuk PLN, untuk Pupuk itu yang penting, jadi sudah tidak ada masalah,” kata Laode saat ditemui akhir pekan lalu di Jakarta.

bp sendiri memproyeksikan produksi dari Kilang Tangguh bakal mengalami penurunan sekitar 10,1 standar kargo LNG tahun ini.

Hardi Hanafiah, Head of Country bp Indonesia sebelumnya mengakui akan adanya penurunan produksi LNG tahun ini yang disebabkan adanya TA Train-1.

“Dari segi produksi pada 2026 akan ada pengurangan sedikit karena pelaksanaan turn around Train-1 atau servis Train-1 pengurangannya sekitar 10,1 standar kargo,” kata Hardi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII di DPR, Jakarta, Selasa (1/7).

Hardi kala itu menjelaskan bahwa sejumlah kontrak pembiayaan awal untuk program perawatan Train-1 itu sudah terjadi pada 2025, yang tercermin pada meningkatnya biaya produksi per ekuivalen barel ke level US$3,93. “Ada sedikit peningkatan cost, tapi bukan karena reliability atau masalah di Train-3,” kata Hardi. (RI)