MELBOURNE – Ratusan pekerja di operasi bijih besi BHP di Port Hedland dijadwalkan akan menghentikan pekerjaan pada Kamis, (16/7), setelah para pekerja dan perwakilan terpilih mereka gagal mencapai kesepakatan dengan perusahaan.

Port Hedland merupakan jalur utama bagi BHP untuk menyalurkan bijih besi senilai sekitar US$80 juta per hari, dan aksi ini menjadi yang terbesar dalam operasi BHP setidaknya dalam tiga dekade terakhir, di tengah upaya serikat pekerja untuk memperkuat posisi mereka di wilayah penghasil bijih besi Australia.

Menurut juru bicara Combined BHP Ports Union, para pekerja BHP dan perwakilan terpilih mereka telah melakukan sesi perundingan selama lima jam. Tidak ada kesepakatan yang dicapai.

“Para pekerja dan perwakilan mereka bermaksud untuk tetap melanjutkan aksi industrial yang sah (dilindungi hukum) yang telah dijadwalkan pada hari Kamis, 16 Juli,” ujar juru bicara serikat pekerja tersebut, dikutip dari reuters (14/7).

Serikat pekerja menyerukan aksi ini—berupa penghentian kerja selama delapan jam pada 16 Juli—setelah enam bulan perundingan gagal mencapai kesepakatan mengenai ketentuan perjanjian kerja berdurasi empat tahun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 22.00 (06.00 hingga 14.00 GMT).

Menanggapi kemajuan positif yang terjadi pada hari Selasa, BHP menyatakan kepada Reuters bahwa “sangat disayangkan pihak serikat pekerja memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana aksi industrial mereka pada hari Kamis.”

“Sebagaimana halnya dengan segala potensi gangguan terhadap bisnis kami, kami telah menyiapkan rencana untuk memastikan operasional dapat terus berjalan dengan aman,” tambah perusahaan tersebut.

Kedua belah pihak akan melanjutkan perundingan pada hari Selasa, 21 Juli, demikian pernyataan dari serikat pekerja. BHP dijadwalkan akan mengumumkan laporan kinerja kuartalannya pada hari Kamis.(RA)