JAKARTA – Indonesia dan India menyepakati penguatan rantai pasok komoditas strategis. Komitmen itu mencakup mineral kritis dan baja.
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyebut perusahaan dari kedua negara akan memulai kemitraan baru dalam pengembangan industri baja tahan karat stainless steel dan magnet tanah jarang rare earth magnets.
“Kami juga mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat rantai pasok di sektor mineral kritis dan baja,” ujar Modi usai pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta (7/7).
Bisman Bakhtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), menyambut positif kerjasama Indonesia – India.
“Implikasinya bagus, kerja sama ini bisa membuka peluang diversifikasi pasar dan mitra untuk pengembangan mineral kritis. Jadi akan semakin banyak opsi, tidak tergantung hanya pada negara tertentu,” ujar Bisman, Rabu(8/7).
Selain itu, kata Bisman, juga bisa lebih meningkatkan nilai tambah hilirisasi. Ini juga membuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri teknologi semakin kuat.
“Harapannya, agar kerja sama tersebur tidak tidak hanya perdagangan bahan baku, tetapi harus terus berkembang termasuk bisa meningkatkan investasi. Kemitraan ini harus jadi momentum untuk mempercepat industrialisasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem energi bersih,” kata Bisman.
Kunjungan PM Modi ke Indonesia memiliki makna historis sebagai kunjungan kedua kalinya PM Narendra Modi ke Indonesia setelah lawatannya pada tahun 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1951, Indonesia dan India terus membangun kemitraan yang semakin erat sebagai dua negara demokrasi besar di Asia. Kerja sama kedua negara mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.
Melalui kunjungan kenegaraan ini, Indonesia dan India menegaskan komitmen untuk terus memperluas kerja sama strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Kolaborasi di sektor energi dan sumber daya mineral diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi, mendorong investasi, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia dan India di masa mendatang.(RA)


Komentar Terbaru