JAKARTA — Pemerintah mulai menggenjot strategi peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) jangka pendek dengan membuka peluang kerja sama pengelolaan puluhan struktur migas idle milik Pertamina.

Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, mengatakan pemerintah mengapresiasi langkah aktif PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang membuka kerja sama operasi dan teknologi untuk mengoptimalkan struktur migas yang selama ini belum berproduksi.

PT PHE saat ini menyiapkan sekitar 41 struktur migas idle untuk dikerjasamakan melalui skema Kerja Sama Operasi dan Teknologi (KSOT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 struktur telah diperkenalkan kepada calon investor dan mitra pada ajang IPA Convex 2026.

Sebaran 22 struktur yang telah ditawarkan itu terdiri dari delapan struktur di Regional 1 Sumatera, empat struktur di Regional 2 Jawa, tujuh struktur di Regional 3 Kalimantan, serta tiga struktur di Regional 4 Jawa Timur dan Indonesia Timur. Sementara sisanya akan dibuka dalam tahap berikutnya.

“Kementerian ESDM mengapresiasi upaya aktif Pertamina untuk membuka kerja sama operasi dan teknologi pada struktur idle, dalam mendukung peningkatan produksi. Agar proses penawaran dan penetapan dapat dilakukan dengan cepat dan prudent sehingga produksi migas segera didapat dalam jangka pendek. Kita akan dukung penuh,” kata Laode dalam keterangannya, Jumat (29/5).

Menurutnya, percepatan kerja sama tidak hanya menyasar struktur migas idle, tetapi juga sumur-sumur tidak aktif dan sumur masyarakat yang dikelola BUMD, koperasi maupun UMKM sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

“Selain struktur idle, Pertamina juga agar terus lakukan upaya percepatan kerja sama operasi dan teknologi untuk sumur idle, dan upaya percepatan kerja sama produksi sumur minyak BUMD/koperasi/UMKM. Kita akan dukung penuh, dan hal tersebut merupakan tindak lanjut Permen ESDM Nomor 14 tahun 2025 dalam rangka upaya peningkatan produksi jangka pendek,” ujarnya.

Selain itu pemerintah juga terus mendorong eksplorasi agresif untuk menemukan cadangan migas baru. Hingga Mei 2026, terdapat 118 potensi wilayah kerja migas yang telah dipetakan. Sebanyak 25 wilayah telah diminati dan menandatangani kontrak, 43 wilayah masih dalam tahap studi bersama, sementara sisanya disiapkan untuk studi lanjutan dan akuisisi data.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan pemerintah membuka peluang investasi secara luas bagi pelaku usaha yang memiliki kemampuan teknologi dan pendanaan untuk mengembangkan sektor hulu migas Indonesia.

Langkah pembukaan 41 struktur migas idle ini dinilai menjadi salah satu strategi tercepat pemerintah untuk menambah produksi nasional sambil menunggu hasil eksplorasi dari ratusan wilayah kerja migas baru yang tengah disiapkan.