JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Singapura berkomitmen terhadap kerja sama energi bersih di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BKK), Provinsi Kepulauan Riau. Kawasan “Koridor Ekonomi Hijau” ini akan dikembangkan menjadi pusat industri ramah lingkungan dan berteknologi tinggi yang didukung energi bersih. Indonesia juga telah mengusulkan ekspor listrik tenaga surya sebagai bagian dari program energi bersih 100 Gigawatt (GW).
Proyek Vanda Solar & Battery Indonesia yang diusung PT Vanda Energy Indonesia merupakan bagian dari “Koridor Ekonomi Hijau” antara Indonesia dan Singapura. Melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2.000 Megawatt (MW) dan penyimpanan baterai sebesar 4.400 MWh, proyek Vanda Solar & Battery Indonesia diklaim membantu Indonesia menarik investasi asing secara langsung mencapai sebesar US$50 miliar.
“Proyek Vanda membawa efek domino yang berarti bagi masyarakat luas, berkontribusi pada mata pencaharian, infrastruktur yang digunakan bersama, dan fasilitas umum di Pulau Sugi, Karimun, serta di seluruh Provinsi Kepulauan Riau,” kata Enda Ginting, Direktur Vanda Energy Indonesia saat temu media di Jakarta, Selasa (21/4).
Pada Januari 2026, Vanda Energy Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, untuk meresmikan kerja sama dinbidang infrastruktur, perizinan, ketenagakerjaan, dan pasokan energi bersih. Hal ini merupakan wujud komitmen yang kuat dan saling menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat di Karimun, khususnya penduduk Pulau Sugi.
“Kami menghargai kemitraan dengan Kabupaten Karimun dan masyarakat setempat. Kami akan terus mengembangkan proyek ini dengan cara yang bermanfaat bagi masyarakat dan menghormati lingkungan,” kata Enda.
Vanda Energy Indonesia adalah anak perusahaan Vanda RE yang memimpin proyek pengembangan di Indonesia. Vanda RE adalah perusahaan joint venture yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Gurīn Energy, perusahaan pengembang energi terbarukan yang berkantor pusat di Singapura dan berfokus pada pengembangan, kepemilikan, serta pengoperasian aset tenaga surya, angin, dan penyimpanan energi di seluruh Asia, termasuk Indonesia.
Pencapaian Proyek Vanda Solar & Battery Indonesia
• September 2023: Vanda RE mendapatkan Persetujuan Bersyarat (Conditional
Approval) dari Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA) Singapura.
• September 2024: Vanda RE mendapatkan Lisensi Bersyarat (Conditional Licence) dari Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA) Singapura.
• September 2024: Produsen panel surya Trinasolar akan memasok panel surya sebesar 1,2 gigawatt (GW). Panel-panel tersebut akan membantu proyek Vanda memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pemerintah Indonesia untuk proyek-proyek energi.
• Mei 2025: Produsen panel surya LONGi Green Energy Technology Co Ltd, akan memasok panel surya sebesar 1 GW. Demikian pula, panel-panel LONGi membantu Vanda memenuhi persyaratan TKDN.
• Juni 2025: Black & Veatch akan bertindak sebagai konsultan teknik utama untuk proyek ini. Black & Veatch akan menyediakan layanan perancangan teknik proyek secara keseluruhan dan pengadaan untuk sistem tenaga surya fotovoltaik (PV) dan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system/BESS), solusi inverter PV, gardu induk tegangan tinggi (HV), jalur transmisi tegangan tinggi, pelabuhan, dan infrastruktur pendukung lainnya untuk proyek Vanda RE.
• Juli 2025: Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), penyedia teknologi baterai dan sistem manajemen baterai, akan memasok Vanda RE hingga 2,2 gigawatt jam (GWh) sistem penyimpanan energi baterai (BESS) EnerX milik CATL untuk proyek ini. Baterai tersebut akan diproduksi di pabrik CATL yang baru-baru indiumumkan di Jawa Barat, sehingga membantu proyek memenuhi persyaratan TKDN.
• Januari 2026: PT Vanda Energy Indonesia menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, untuk meresmikan kerja sama di bidang infrastruktur, perizinan, ketenagakerjaan, dan pasokan energi bersih.(RA)



Komentar Terbaru