Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Sepekan Pasca Kenaikan Harga, Konsumsi BBM Bersubsidi Turun Dibawah Normal

BBM bersubsidi

Konsumsi BBM bersubsidi.

JAKARTA – Terhitung sepekan sejak kenaikan harga premium dan solar pada 22 Juni 2013 lalu, konsumsi kedua jenis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu turun menjadi dibawah normal. Toh PT Pertamina (Persero) menilai kondisi ini hanya merupakan efek sementara.  

Seperti dilaporkan Pertamina awal pekan ini, realisasi penyaluran BBM bersubsidi jenis Solar dan Premium dalam sepekan terakhir pasca penaikan harga, berada dibawah rata-rata penyaluran harian normal.

Berdasarkan data realisasi penyaluran 22 Juni hingga 28 Juni 2013, Premium rata-rata disalurkan sebanyak 69.450 Kiloliter (KL) per hari atau 14% di bawah rata-rata penyaluran harian normal. Adapun, realisasi penyaluran Solar, hanya 36.650 KL per hari, atau sekitar 15% di bawah rata-rata penyaluran harian normal.

Rata-rata penyaluran harian normal Premium adalah sebanyak 80.654 KL per hari, sedangkan Solar sebesar 43.000 KL per hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengungkapkan, konsumsi atau penyaluran premium dan solar subsidi yang masih berada dibawah normal ini, merupakan efek sementara dari kebijakan penaikan harga.

Konsumen, tuturnya, selama pekan pertama pasca penaikan harga, masih memanfaatkan BBM yang dibelinya pada saat sebelum kenaikan harga.

“Selama kurang lebih sepekan sebelum kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi, penyaluran jauh berada di atas rata-rata normal. Sepekan pertama pasca penaikan harga masyarakat, terutama pengguna mobil masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya sehingga pembelian di SPBU berkurang. Akan tetapi, penurunan ini masih merupakan efek sementara dan perlu waktu sedikitnya dua pekan atau sebulan untuk melihat kecenderungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat,” kata Ali.

Menurut Ali, kendati masih dibawah normal, tren penyaluran berangsur-angsur mulai meningkat. Ali mencontohkan penyaluran Premium yang sempat tinggi pada Sabtu, 22 Juni 2013, kemudian turun drastis menjadi hanya 55.750 KL di hari berikutnya. Namun pada Jumat, 28 Juni 2013, penyaluran meningkat menjadi 70.000 KL, dan kembali naik menjadi 79.000 KL pada Sabtu, 29 Juni 2013.

“Tren yang sama juga terjadi pada Solar bersubsidi. Sempat turun menjadi sekitar 28.000 KL pada Minggu, 23 Juni 2013, namun pada penyaluran akhir pekan lalu mulai berada di kisaran 39.000 KL,” terang Ali.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)