Dunia Energi Logo Jumat, 20 Oktober 2017

Insiden di Blok Eksplorasi MEDC, Satu Warga Inggris Diculik

medco-kantor

ACEH TIMUR – Insiden kembali mendera pekerja pertambangan. Kali ini, wilayah eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk, Blok A PSC di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, diserang gerombolan tak dikenal. Satu warga Inggris yang merupakan pekerja subkontraktor anak usaha emiten energi berkode MEDC ini diculik.

Penyerangan itu terjadi pada Selasa siang, 11 Juni 2013, sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang Pekerja subkontraktor Block A PSC Blade Engineering, bernama Malcolm Primrose (62 tahun)  diambil paksa dari mobilnya oleh sekelompok orang tidak dikenal, di dekat lokasi kerja pengeboran sumur eksplorasi Matang-1 Block A.

Penculikan tepatnya terjadi di Desa Lubuk Pimping, Kecamatan Peurelak Kota, kabupaten Aceh Timur. PT Medco E&P yang menjadi kontraktor Blok A PSC langsung melaporkan kejadian itu ke aparat keamanan. Pihak MEDC juga langsung melapor ke pemerintah daerah (pemda), Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) dan Kedutaan Besar Inggris.

Hingga saat ini, MEDC bersama aparat keamanan dan pemda terus berupaya mencari Malcolm Primrose, yang belum diketahui keberadaannya. “Semua pihak  berupaya keras sejak kejadian, sepanjang malam, sampai dengan saat ini, untuk mengetahui keberadaannya,” tutur Corporate Communication MEDC, Leony Lervyn Saragi, Rabu, 12 Juni 2013.

Ia pun menuturkan, MEDC dengan dukungan aparat baik pusat maupun daerah, akan terus melakukan upaya-upaya yang serius, untuk dapat menemukan Malcolm Primrose dengan selamat. “Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kejadian ini, dan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin agar yang bersangkutan dapat dibebaskan dengan selamat,” ungkapnya.

Leony menambahkan, MEDC berharap situasi keamanan di Aceh Timur dan khususnya di wilayah kerja operasional Blok A PSC dapat segera kembali kondusif. “Semua pihak berharap keadaan kembali normal, agar iklim investasi dapat terus berlangsung,” tukasnya.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)