Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Dipasok LNG Oleh Pertagas, Listrik Bali Aman Sampai 2035

JAKARTA – Pertumbuhan permintaan listrik di Bali sangat tinggi seiring dengan posisi Pulau Dewata sebagai jantung pariwisata Indonesia. Untuk itu dalam rangka menjamin ketersediaan gas untuk pembangkit listrik di Pesanggrahan Bali, PT Pertagas Niaga akan memasok LNG sebesar 3,36 juta ton dalam periode 2019 s/d 2035. LNG yang dipasok untuk pembangkit tersebut berasal dari berbagi sumber dan akan diregasifikasi di Land Storage Regasification Unit (LSRU) di Pelabuhan Benoa, Bali.
Kepastian pasokan gas untuk pembangkit listrik di Bali tercapai setelah penandatangan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement) jual beli gas antara PT Pertagas Niaga dengan PT Indonesia Power di Jakarta, hari ini (10/9). Penandatangan HoA jual beli ini dilakukan oleh Jugi Prajugio, Direktur Utama PT Pertagas Niaga dan Supangkat Iwan Santoso, Direktur Utama PT Indonesia Power .
PT Indonesia Power, adalah anak perusahan milik PLN yang menjadi operator pembangkit listrik di Pesanggrahan, Bali. Dengan adanya kepastian pasokan gas dari Pertagas Niaga tersebut, Pembangkit listrik Pesanggrahan ini akan mampu menjamin ketersediaan listrik untuk wilayah Bali dan sekitarnya.
Direktur PT Pertagas NIaga Jugi Prajugio menyebutkan penandatanganan HoA merupakan bukti kongkrit dari Pertagas Niaga sebagai anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berkomitmen untuk memecahkan masalah energi yang dihadapi bangsa ini. Karena dalam memasok gas bagi Pembangkit Bali ini, tidak hanya terbatas pada jual beli LNG, tetapi juga pemanfaatan fasilitas Mid-Stream. Mulai dari pengangkutan LNG, terminal penyimpanan LNG, regasifikasi LNG serta penyaluran gas hasil regasifikasi melalui pipa ke plant gate pembangkit listrik milik Indonesia Power.
Untuk memasok LNG Pembangkit Listrik di Bali ini, Pertagas Niaga tak hanya mengandalkan pasokan dari Mahakam, tetapi juga dari sumber-sumber domestik lainnya, serta impor dari negara-negara produsen. Sementara untuk pemanfaatan fasilitas Mid-Stream, Pertagas Niaga juga menggandeng sejumlah perusahaan.
Sementara untuk mengangkut LNG dari Mahakam PSC dari Bontang, Kalimantan Timur menuju Land Storage Regasification Unit (LSRU) di Pelabuhan Benoa, Bali, akan dilakukan oleh induk perusahaan Pertagas. Sementara untuk menyediakan LSRU yang memiliki tangki penimbun LNG dengan kapasitas 24.000 M3 dan fasilitas regasifikasi dengan kemampuan pasokan gas sebesar 50.MMSCFD dan menyediakan pipa penyaluran khusus sepanjang 3.000 meter berdiameter 12 inch dari LSRU ke titik penyerahan Pesanggrahan Bali akan dilakukan oleh PT Perta Daya Gas

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)