JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tidak akan terburu – Buru dalam rencana pengembangan Tanamalia yang berada di wilayah konsesi blok Sorowako. Mengutip laman resmi Vale Indonesia, Tanamalia Project saat ini sedang dalam proses studi Front End Loading (FEL) 2. FEL merupakan panduan manajemen proyek PT Vale. Metode ini menjelaskan bagaimana proyek dikembangkan dan direncanakan, mencakup aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan bisnis yang berkaitan dengan perusahaan.

Ada tiga fase dalam tahapan FEL Study, FEL 1 – Kelayakan Bisnis, FEL 2 – Pemilihan Alternatif dan FEL 3 – Rencana Eksekusi. Dalam tahapan studi, akan dilakukan pengumpulan data kandungan nikel. Data ini diolah untuk memutuskan jadi tidaknya proses penambangan.

Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer Vale menyatakan hingga tahun 2027, perusahaan masih akan melakukan eksplorasi Tanamalia. Tahapan tersebut mencakup studi eksplorasi tahap kedua serta pendetailan desain proyek.

“2027 tuh proses pendetailan eksplorasi ya, studi eksplorasi tahap 2 dan nanti ada pendetailan desain,” kata Budi ditemui di Jakarta, Kamis (13/8).

Adapun kegiatan operasi tambang Tanamalia diperkirakan baru dapat dimulai pada 2029. Namun, target tersebut masih berupa proyeksi perusahaan. “Ya estimasilah forecast kita 2029,” ujarnya.

Di sisi lain, Budi menegaskan pengembangan proyek tambang harus melewati serangkaian kajian, mulai dari aspek ekologi hingga kebencanaan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pertambangan dapat berjalan dengan aman serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

“Jadi harus clear, kita lakukan studi ekologi, kita lakukan studi kebencanaan di situ. Apa bedanya dengan Sorowako? Sama. Sorowako tuh lebih berisiko ya, studi kebencanaan segala macam kita lakukan, Bahodopi juga gitu ya, maturity risikonya kita evaluasi,” kata Budi. (RI)